Tampilkan postingan dengan label -adventure-. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label -adventure-. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 September 2013

Taman Pintar Yogyakarta : Wisata Kota yang Mengedukasi Masyarakat

Ngambil foto orang,heheh sumber dari sini
Alhamdulillah, setelah berpisah dari keluarga selama 4 bulan, kami dikumpulkan kembali dalam suasan Idul Fitri. Senang rasanya bisa kembali bersama Almandaffa dan Ayah. Liburan kali ini cukup lama, sekitar 2.5 minggu lamanya. Waktu yang sangat berharga bagi kami yang mengalami keterbatasan jarak. :’)

Dan merupakan salah satu janji Ayah, jikalau suatu saat dapat berkumpul liburan ke Yogyakarta lagi, Ayah ingin mengajak Daffa bermain. Sampai puas. Mengelilingi semua tempat permainan di penjuru Jogja. Tanpa terkecuali. Alhasil, jadilah kami bermain di Alun-Alun Selatan, Gembira Loka dan Taman Pintar. Ya,,baru sempat ke tiga tempat tersebut sih, karena waktu yang tak memungkinkan. Kala itu kami harus segera ke Magelang mengurus suatu hal dan ternyata ketika di Magelang Daffa justru agak sakit. :’(

Oke, kali ini kami akan mengupas tentang Taman Pintar :D Taman Pintar ini bisa kita sebut sebagai miniatur dari Singapore Science Center ya. Atau mungkin ide untuk membangun Taman Pintar berasal dari kunjungan studi banding ke SCC,, ya siapa tahu? :p Tapi satu hal yang perlu diapresiasi, bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta (atas prakarsa dari mantan Walikota saat itu, Herry Zudianto) sangat bijaksana dengan membangun kawasan ini, karena bagaimanapun masyarakat membutuhkan tempat wisata yang selain menghibur namun sekaligus mendidik mengedukasi dan menambah pengetahuan yang dikemas dalam bentuk yang menarik dengan tiket masuk yang cukup terjangkau. Thumb up for Pemkotnya!! =)
*****
Taman Pintar ini terletak di Jl Panmbahan Senopati No 1-3 Yogyakarta. Letaknya di dekat perempatan Sayidan, depannya kios2 buku Shopping Center dan Malioboro. Sampingnya Benteng Vredeburg persis. Yaa,,dekat pusat kota bukan?? Akses ke tempat ini pun terbilang mudah, bisa memakai bus Trans Jogja. Atau becak, motor, bus kota, bahkan andhong. Hehehe.. Makanya, kalau teman2 pas di sana, sempat2in mampir deh. Dijamin ga rugi. Orang dewasa aja menikmati permainan dan aneka pengetahuannya, apalagi anak2! ^^,

Oya, pertama kali Taman Pintar dibangun bertahap sejak tahun 2004. Soft Opening tahap I diresmikan oleh Mendiknas kala itu, Bambang Soedibyo pada 26 Mei 2006. Pembangunan tahap II ialah Gedung Oval dan Gedung Kotak, diresmikan dala Soft Opening II pada 9 Juni 2007 oleh Bambang Soedibyo, Menristek Kusmayanto Kadiman dan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Pembangunan tahap II yaitu Gedung Kotak lantai II dan III, Tapak Presiden dan Gedung Memorabilia. Akhirnya selesai sudah pembangunan keseluruhan Taman Pintar yang menempati lahan seluas 12.000 meter persegi. Peresmian Grand Openingnya pada 16 Desember 2008 oleh Presiden SBY. Info ini saya dapat di website resminya, yaitu www.tamanpintar.com ^__^ 

Di Taman Pintar ini terbagi dalam banyak zona dengan aneka permainan loh, indoor maupun outdoor. Bahkan, pihak Taman Pintar mengklaim bawa terdapat 35 zona dan 3.500 alat peraga permainan yang edukatif disana! Mantap ga tuh..!! Biaya tiket hanya Rp 2000 (untuk umur 2-7 tahun) untuk arena PAUD. Untuk Kawasan Gedung Oval, Kotak dan memorabilian cukup membayar Rp 15.000 (dewasa) dan Rp 8.000 (anak2). Dengan tiket “semurah” itu, kita bisa berputar dan belajar di Taman Pintar ini, seharian penuh. Benar2 seharian penuh, karena memang lokasinya yang luas dan aneka permainan dan info edukasi yang sangat banyak, dilengkapi bermacam eksperimen.    Untuk bioskop 3 Dimensi sendiri, biaya tiketnya sebesar Rp 20.000/orang. 

Beberapa tempat bermain yang ada di Taman Pintar, yang dapat kami ulas, ialah sebagai berikut.
1.   Zona Playground
Zona ini adalah segala permainan dan kawasan outdoor yang ada di Taman Pintar. Of courrse its all free :D. Buanyak sekali permainan yang dapat kita explore di sini. Mau basah2an? Bisaa.. favorit anak kecil, yaitu permainan mandi air. Ada juga permainan sistem katrol, rumah pohon, jembatan goyang, spektrum warna, menabuh drum, kolam ikan dan mercusuar, parabola berbisik, jungkat jungkit, daaannn buanyak yang lainnya.


2.   Gedung PAUD
Sesuai dengan namanya, tempat ini dikhususkan bagi anak2 yang usia balita. Disini terdapat bermacam aneka permainan yang sesuai untuk anak2 balita. Tiket masuknya pun hanya Rp 2.000 saja.

3.   Gedung Memorabilia
Memorabilia = memorable. Yaa,, pastilah zona ini merupakan zona sejarah yang terdapat bermacam informasi tentang keraton Yogyakarta, para sultan2nya, prajurit2nya, tokoh pendidikan di Indonesia, sejarah kemerdekaan Indonesia, hingga cerita tentang semua presiden yang pernah memimpin Indonesia.

4.   Gedung Oval dan Gedung Kotak
Inilah gedung yang puaaliiing luas di kawasan Taman Pintar. Memiliki beratus zona dan aneka permainan edukatif. Dimulai dengan memasuki kawasan miniatur Sea World :p, melihat akuarium kaca dengan bermacam jenis ikan, lanjut ke zaman purba lengkap dengan hewan dinosaurus dan kawan2nya. Bahkan ada miniatur dinosaurus yang besar, dapat bergerak bahkan bersuara! Sampai Daffa dibuat kaget karenanya. Tapi untungnya dia tidak takut. Justru takut dengan sosok manusia purbanya, bukan dinosaurusnya >_<

Berlanjut ke dunia eksperimen yang penuh dengan hasil penelitian para pelajar SMP dan SMU di Yogyakarta. Juga pengetahuan mengenai astronomi, ilmu dan para penemunya. Di zona berikutnya, terdapat bermacam zona yang disponsori oleh beberapa perusahaan maupun pemerintah, seperti perusahaan Toyota, Sari Husada, Kelapa Sawit, operator XL, Aqua, Badan Meteorologi dan Geofisika, BATAN, Pertamina, Honda dan muasih buanyaakkk lagi. Pastinya semuanya memiliki info dan ilmu pengetahuan bagi kita semua, menambah wawasan dan bermacam eksperimen edukatif yang mampu mengasah otak kita dan membuat berpikir. Mulai dari ilmu fisika, kimia, geografi, teknologi informasi, astronomi, buanyak!! ^^,

5.   Bioskop 3 Dimensi
Bioskop ini terletak di pintu keluar Gedung Oval dan Kotak. Tiket masuknya sebesar Rp 20.000/orang untuk reguler dan Rp 15.000/orang untuk rombongan. Yaa,,belum bisa bercerita banyak tentang ini karena kami tidak jadi masuk ke bioskop karena Daffa sudah tepar. Hihii,, \sinyal bagi kami untuk segera pulang ke rumah. :p

6.   Planetarium
Dari namanya saja, sudah pasti berbau tentang astronomi. Yaa,,disini terdapat bermacam peraga dan film menenai antariksa dan tata surya. Disertai bermacam info tentang benda luar angkasa, dari black hole hingga nebula. Asyik dehh.. Dan disini, kembali saia termangu, membayangkan segalanya ada di hadapan saia, live.. Ah, cita-cita itu.. :’)
*****
Sebenarnya, ini kedua kalinya Daffa main ke sini. Pertama kali, sekitar bulan April 2013, kala itu Daffa ditemani Bunda sama Mbah Kung Jogja. Ini kali kedua, Daffa mengunjungi Taman Pintar ditemani Ayah dan Bundanya.

Almandaffa sangat senang sekali bermain di sini. Terlebih lagi ketika ada proyektor yang sensitif terhadap gerakan (ada sensornya), dengan gambar kolam ikan yang bergerak menjauh ketika ada gerakan mendekat. Daffa asyik berlari mengejar ikan tersebut, tanpa lelah, hingga setengah jam. (-___-“) Juga ketika menjadi sopir di miniatur mobil Toyota, sampai2 tak mau diajak pergi keliling ke zona yang lain. Kami disuruh duduk di mobil, dan seakan mau bilang: “Ayah, Bunda yuk mau pergi kemana, Daffa anterin..” >.< Oke, terlalu lebay kamu, Nak! :p Ndesoo,,ahahahah...

Baru tiga perempat perjalanan, akhirnya Daffa pun harus mengalah dengan rasa capek dan kantuknya. Kolaps, K.O. Tidur pulas dehh. Tapi alhamdulillah, senang melihatnya bahagia tertawa, sambil berkata: Sukkaa,, Senaanngg.. ketika ditanya gimana perasaannya.. :’)

Yaa,,bahagia rasanya melihat anak senang bermain dan menikmati wisata ini. Pun juga kami, mendapat wawasan lebih tentang segala hal. Merupakan destinasi terbaik untuk liburan sekeluarga di Yogyakarta. Jangan melewatkan tempat yang satu ini. Kawasan hiburan di pusat kota yang murah, mengedukasi, mengasah kreatifitas, memacu anak untuk lebih semangat belajar dan menjadi penemu-penemu yang dapat mengharumkan nama Indonesia.

Senin, 08 April 2013

Mencicipi resort di Copacabana Beach, Bintan.. :)


Setelah berpuas wisata sejarah di Pulau Penyengat, kami menyeberang lagi dengan kapal Pompong menuju Tanjung Pinang. Tujuan pertama ialah ke rumah dinas kepala KPP Tanjung Pinang untuk beramah tamah dan menjalin keakraban dengan pegawai dan keluarga besar KPP Tanjung Pinang. Plus makan siang yang wuueennaakk.. :D Oya, kalau saia menandai suatu daerah dengan muntah atau poop, lain halnya si kecil. Dia menandai suatu tempat dg numpang bobok. Jadilah, numpang bobok disana 2jam lamanya...hhahaha.. Nyenyak buanget.. *Info gag penting,abaikan..*


Anyhow, setelah perut kenyang, kami kembali melaju dengan roda empat menuju resort di pinggir pantai. Awalnya sih mau ke Lagooi, tapi karena disana sudah full booked jadilah kami ke Bintan Cabana Beach Resort. Yaahh, tak kalah bagusnya. Letaknya ada di Jalan Trikora KM 46, Malang Prapat, Berakit, Tanjung Pinang. Tak tanggung2, karena kami startnya dari pelabuhan di Pulau Penyengat, jadinya perjalanannya memutar dan memakan waktu cukup lama: 2jam. Padahal sebenarnya jika kita start dari terminal ferry Sri Bintan Pura, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 45 menit saja. ^^

Pertama datang, kami mandi dan istirahat sejenak. Cukup pegal juga, karena memang seharian capek di jalan aja. Perjalanan udara, kemudian laut dan darat. Huff... Ketika sudah agak sorean, Ayah mengajak kami jalan2 dan akhirnya berakhir dengan mandi di kolam renang hotel. Maknyuss. Daffa sukaa bangett.. (Memang sih udah dibiasain sejak 6bulan, renang mlulu.. :P) Setelah itu baru deh jalan2 di seputar pantainya sambil main bola dengan kawan pegawai diiringi matahari senja. Top markotop!!

Kiri: restorannya yg menghadap laut; Kanan: bedroomnya.. :)
Wahh resortnya bagus, keluar kamar pemandangannya langsung pantai. Tidur dengan lantunan suara ombak. *Waahh jadi mengingatkan memory di Pantai Siung, yang nginep pakai tenda bareng anak2 caving.. ^^* Pantai di Bintan ini juga mengingatkan akan film Laskar Pelangi. Dengan pasir putihnya dengan bebatuan besar yang abstrak dan sedikit biota laut di pinggir pantai, sungguh indah. Lagipula pengelola resort ini juga menghiasi pinggiran pantai dengan aneka tanaman dan pepohonan, dan juga saung dan penginapan. Maknyus dah!! Restorannya pun luas menghadap ke laut, seakan kita makan di atas perahu saat air laut pasang (pagi hari). Dengan posisi pantai di sebelah timur, kita bisa menikmati sunrise di pagi harinya. =)

Ngomong2 tentang Cabana Resort ini, ada banyak tipe kamar desuai selera kita loh. Di sisi pantai ada kamar mewah 26 dan 12 suite, yang sebagian besar memiliki balkon pribadi atau teras yang menghadap ke laut. Waoww.. Juga ada 17 vila serta di area taman, dengan total 22 kamar dan 30 kamar taman. Sebuah grand total 90 kamar pilihan yang tersedia. Kami mendapat villa di area taman, lumayan asik dan dekat dengan kolam renang loh. Untuk lebih lengkapnya bisa cek ke webpage resortnya ini nih: http://www.agrobeach.com/cabana.html
Juga ada fasilitas free karaoke di pinggir pantai, lumayan untuk yang suka menyanyi.. *bukan saya pastinya, jelek kali suara sayah menyanyi, hehehe* Ada juga billiard di pinggir pantai (US$ 5/hour) loh!  Fasilitas lainnya juga banyak, ada cano, menunggang kuda, snorkelling, dan olahraga pantai lainnya. But untuk harganya, saya kurang tahu pasti... ^.^ Hanya menikmati pantainya dan fasilitas gratis yg ada.. :P
Malamnya, tak kalah menarik. Kami makan malam di pinggir pantai dengan menu bakar2an dan aneka seafood. So yummy!!! The best part of this travelling,, ^^ Betapa romantis dan syahdunya, makan malam dalam kegelapan ditemani deburan ombak dan jutaan bintang.. Wawawawaaa... >.<

Daann,,,pagi menjelang,, saatnya untuk berkemas pulang.. :’( Rasanya kurang! Nagih mau tinggal dan main lagi.. Yawsud, karena memang libur pendek dan tak ambil cuti, mau tak mau rela gag rela harus kembali ke Pekanbaru. Lewat Batam lagi tentunya. Hufff... But this will be unforgetable trip.. ^^ Trip yang merogoh kocek, tanpa saya perlu survey tinggal ikut acara kantor, perjalanan darat-laut-udara, daannn waktunya pendek kurang puas!!! Hahahahaa... XD But its fun, anyway.. : )

Jumat, 05 April 2013

Singgah Sejenak ke Pulau Penyengat, Tanjung Pinang

Setelah sekian lama kami hanya bermain di kota Pekanbaru saja, alhamdulillah diberi kesempatan untuk mengunjungi kepulauan tetangga: Kepulauan Riau. Acara ini merupakan acara kantor Ayah sih (tapi biaya pribadi; yang cukup merogoh kocek jutaan!!). Agenda kali ini mengunjungi Tanjung Pinang yang terkenal akan keindahan pantainya. Ya,, namanya juga acara kantor ya, saia harus mengikuti rundown kantor yang sangat santai sekali. Lebih mengutamakan kebersamaan di resort saja, sambil olahraga dan bersilaturahim dg pegawai di KPP Tanjung Pinang. Hohoho, padahal kalo tipe sayah, saia gatel harus blusukan ke penjuru kotanya, hihii... Tapi salut deh, untuk KPP Pekanbaru Tampan, yang tak pernah absen mengunjungi KPP tempat tujuan dan beramah tamah menjalin keakraban. (Tahun kemarin bersilaturahim ke KPP Bukittinggi).

Keberangkatan start dari bandara Sultan Syarif Qasim berlanjut ke Batam dan menaiki kapal menuju Tanjung Pinang. Here we gooo...!!! Memang sih, mau tak mau harus loncat ke Batam dulu karena tak memungkinkan untuk langsung terbang ke Tanjung Pinang. Setelah sampai ke Bandara Hang Nadim Batam, kami charter bus kecil menuju Telaga Punggur untuk naik ferry menuju Tanjung Pinang. Saat itu kami memilih Ferry Baruna dengan biayanya Rp 40ribu sekali jalan.
Sesampainya di Tanjung Pinang, rundown pertama kami menuju Pulau Penyengat. Sekitar 6km dari pelabuhannya. Dan lagi-lagi naik kapal. Sebuah kapal kecil yang dinamai Pongpong >.<). Huff,, semangat!!! Masa kalah sama Almandaffa yang tetap ceria meski di tengah gelombang laut... :D
Pulau Penyengat ini lebih tepatnya kita sebut saja sebagai wisata sejarah. Bisa dibilang wisata religi juga bagi yang mengunjungi makamnya (semoga sih tak ada ritual aneh2 dan “ngalap berkah” ya,hehe). Tempat ini merupakan kepulauan kecil yang penuh dengan makam2 Raja dan bekas Kerajaan Riau Lingga. Plus yang terkenal di masyarakat Melayu, disini adalah tempat kelahiran Raja Ali Haji, pencipta Gurindam Dua Belas, sekaligus saat wafatnya juga dimakamkan di sini.
Pertama kali sampai di pulau ini, langsung disambut oleh Masjid Raya Sultan Riau yang sangat terlihat mencolok diantara rumah2 warga. Letaknya yang cukup tinggi dengan cat berwarna kuning hijaunya yang cerah. Yang paling terkenal dari bangunan ini, bahwa dahulu saat dibangun oleh warga, mereka menggunakan putih telur sebagai campuran semen untuk dinding masjidnya. Ada 4 pilar tiang penyangga tempat sembahyang, atap kubah sebanyak 13buah dan menara 4 buah. Kalau ditotal berapa? Yupp,, akan kita dapat angka 17. Yang artinya, shalat yang kita dirikan sehari semalam: 17 rakaat.
Akhirnya kami istirahat di sana sekalian Shalat Dhuha. Tak lupa, saya juga meninggalkan jejak di sana: Muntah karena mabok laut. Hahahayyy.. (^o^)v Setelah kondisi saia pulih, kami akhirnya menyewa becak motor, alat transportasi disana. Dengan membayar Rp 25ribu, kami dibawa berkeliling mengelilingi situs sejarah di pulau ini. Dan untungnya, Bapak pengojek becak motor ini tahu banyak tentang kondisi dan sejarah pulau ini. Jadilah kami bertanya banyak hal tentang sejarah pulau ini dan kondisinya sekarang.
Destinasi pertama kami ialah komplek makam Raja Ali Haji. Disini ada beberapa tokoh kerajaan yg ikut dimakamkan di area ini. Terrlihat bersih dan rapi dengan nuansa warna kuning dan hijau. Bangunan makamnya pun nampak seperti rumah/kerajaan jaman dahulu. Situs yang kedua, yaitu Makam Raja Ja’afar dan Raja Ali Marhum. Makam ini pun juga bekas kantor kerajaan Riau Lingga. Bisa dilihat kan dari arsitekturnya.. : ) Bangunan ini pun telah dipugar dengan tetap menampilkan keaslian bangunannya.
Kemudian kami keliling lagi, dan sampai ke dermaga di sisi seberang pulau. Berfoto2 deh dengan latar belakang hamparan laut luas. Di depan dermaga, terdapat Istana Raja Ali (Istana Kantor). Istana yang cukup luas dengan bangunan khas melayu. Ada juga sebuah sumur air tawar tepat di bawah istana. Pada jaman dahulu, Belanda/para pelayar mengambil air dari sumur tsb dan juga perbekalan. Nah pada saat itu, di sana banyak sekali tawon/lebah dan sering menyengat para pelayar itu. Tak jarang memakan korban pula.

Maka, jadilah pulau ini dikenal dengan nama Pulau Penyengat. Kemudian, kami berkeliling lagi. Dan pandangan masih sama: makam, bangunan bekas istana, benteng pertahanan, meriam, dan sebangsanya. Nuansa sisa2 peninggalan jaman kerajaan pada masa 1800-an sangat kental terasa. ^^
Oya, ngomong2 tentang becak motor yang kami naiki ini, ternyata ada kisah juga. Berawal dari rasa penasaran kami, kok semua becak motor memakai motor dan desain yang sama persis, akhirnya kami menanyakan ke Bapak Ojek. ^^ Alhamdulillah, sejak Desember 2012 lalu, pemerintah (lewat Departemen ) telah memberikan secara cuma-cuma sebuah motor sport besar kepada setiap pengojek di pulau ini yang menekuni dunia perojekan minimal 7 tahun. Hehehe.. Maklumlah, waktu itu memang becak motornya sudah jadul seadanya, dan emisi gas buangnya parah. Alhamdulillah saia ikut senang. Semoga meningkatkan taraf hidup mereka menuju kesejahteraan yang lebih baik.
Tapi memang karakteristik sebuah daerah terpencil atau “kota satelit” ya,, dimana para penduduknya kebanyakan golongan tua. (Kota satelit itu, adalah kota kecil di seputar kota besar di dekatnya, misal Magelang yg diapit Semarang dan Jogja, atau Purworejo yang di sebelahnya Jogja, atau Klaten yang posisinya antara Jogja dan Solo, dll) Disini jarang terlihat anak seumuran SMP, SMA dan kuliahan. Maklum, karena sekolah disini terbatas (saya hanya melihat satu bangunan SD). Jadi bagi yang ingin menuntut ilmu lebih tinggi, harus menyeberang/tinggal di Tanjung Pinangnya. ^^

Tapi sungguh berkesan bermain di daerah kepulauan. Merasakan hidup di tengah2 pulau, kanan dan kiri laut. Plus karakteristiknya yang berangin namun agak panas dan lengket (jadi bikin sayah pengen mandi terus) dan aneka makanan khas seafoodnya yang sluuurrpp...yummy!! =) But however, saia lebih suka tinggal di daratan aja, hehehe.. Resiko sayah yg mabok laut kalau naik kapal itu,, weww... >.<

*Note: kalau naik kapal yang ada pemecah ombaknya seperti ketika ke Batam-Singapura, saya ga mabok loh, ga krasa sama sekali goyangannya.. ^^

Kamis, 31 Januari 2013

Wisata Pekanbaru: Kebun Binatang Kasang Kulim


Setelah minggu sebelumnya kami menjelajah Taman Keluarga Alam Mayang, sekarang giliran kami merambah kebun binatang yang hanya ada satu di Provinsi Riau ini. Bahkan kebun binatang yang dinamakan Kasang Kulim ini dimiliki oleh orang pribadi, bukan pemerintah loh. Agustina, nama pemilik kebun binatang tersebut. 

Sebenarnya, jauh2 hari sebelum kami memutuskan pergi kemari, sudah beberapa orang bilang kalau ini bukan recommended destination. Tapi kami akhirnya tetap mencoba kesana, membuktikan perkataan mereka sekalian mengetahui seluk beluk Pekanbaru lebih dalam. :) And here it is our report.. ^^

Lokasi Kebun Binatang Kasang Kulim ini sebenarnya tak begitu jauh dari rumah kami, sekitar 20km dari rumah. Tepatnya berlokasi di daerah Kubang Raya, Kec Siak Hulu. Jika kita lewat dari Jalan Kubang Raya dari arah Panam, jalannya tak begitu bagus. Berdebu sangat dan belum beraspal, banyak “jeglongan” tak rata githu, plus dilewati banyak kendaraan besar. Tapi jika kita melewati Jl. Kaharudin Nasution, jalannya lebih bagus, namun bagi kami yang tinggal di Panam, jadi berputar sangat jauh. ^^

Ini dia foto kebun binatang dari pintu masuknya. Tarif masuk ke kebun binatang ini sebesar Rp 16ribu untuk dewasa, parkir motor Rp 5ribu (tempat parkir sangat seadanya, ada baiknya pakai kunci ganda). Dengan lahan yang luas, sekitar 17ha, di kebun binatang ini selain ada koleksi binatang, juga ada tempat berenang/waterboom kecil2an. Lahan hijau pun luas membentang dimanfaatkan masyarakat untuk lesehan menggelar tikar sambil menyantap makanan bersama keluarga.

Kami pun begitu,,di rumah sudah menyiapkan banyak bekal: makanan, minuman bahkan bantal. Sayangnya, kami akhirnya tak bernafsu makan di sana karena melihat tempat yang agak kotor, banyak orang merokok dan baunya agak, ehmm,, pesing. Kasihan Daffanya. Plus disini taman hijaunya yang kosong terhampar luas, justru digunakan oleh para penjual keliling untuk jualan di sana. Jadi deh, seperti pasar tiban yang lokasinya bersebelahan dengan kebun binatang. Akhirnya kami hanya jalan keliling kebun binatang. Melihat koleksi hewan yang ada. =)

Nama Kasang Kulim ini pun, kadang membuat saya bingung dulunya. Saya kira kebun binatangnya berada di wilayah Kulim, suatu daerah di perbatasan Pekanbaru. Ternyata, nama ini diambil dari tempat kebun binatang tsb yang dulunya ialah tempat berladang Kasang. Sedang Kulim, mungkin pada waktu itu banyak pohon Kulim di daerah sana kali ya.. :p *sotoy sayah,,

Koleksi hewan di sini hanya sekitar belasan hewan ya. Beberapa diantaranya yang bisa saya ingat ialah: Rusa Bawean, Orang Utan, Gajah, Burung2, Kuda Nil, Beruang, Kera, Ular, Monyet, apalagi yaa... Thats all I could remember.. ^^ Sepengamatan tentang hewannya, kondisinya sudah agak tua dan tidak “segar” lagi. Pun banyak yang hanya ada satu hewan di kandangnya. Padahal itu tidak baik untuk psikologis hewan tersebut. Bisa bikin stres dan tak baik untuk perkembangannya. Adapula yg dalam 1 kandang ada buanyak hewannya, yaitu monyet. Ini juga tak baik pula, karena pergerakan mereka jadi sempit dan sering rebutan makanan dari pengunjung, hehe..

Tapi perlu saya acungi jempol, kepada Agustina, selaku pemilik Kebun Binatang Kulim. Karena merawat binatang tak semudah yang dibayangkan dan butuh biaya yang tak sedikit. Ia masih berusaha menghidupkan kebun binatang, merawat hewannya dan berusaha memberikan alternatif wisata bagi masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya. Berharap, semoga pemerintah daerah ikut turun tangan melestarikan kebun binatang ini. Pun memberikan kemudahan untuk menambah koleksi hewan ataupun menambah hewan yang hanya ada satu ekor, agar mereka mendapat pasangan. ^^ Hanya sebuah hitungan kasar saya aja, perkiraan pengeluaran untuk makanan hewan seharinya bisa tuh mencapai Rp 700ribu, belum membayar gaji pawang/penjaga kebun binatang yang tak sedikit. Dan saya lihat, di kebun binatang ini ‘untungnya’ sebagian besar merupakan hewan herbivora, bukan karnivora yang akan memakan biaya lebih besar dengan memberikan daging sebagai makanan sehari2nya.

Yuk,,mari berkunjung ke kebun binatang Kasang Kulim yang hanya satu2nya di Riau ini. Memang sih, tak sebagus Gembira Loka di Jogja atau kebun binatang di Bukittinggi (saia lupa namanya), namun dengan kita berkunjung kemari, selain kita memperkenalkan anak2 kepada satwa sekitar kita juga turut menyumbang kepada pengelola untuk terus melestarikan dan merawat hewan tersebut. (^.^)v

Kamis, 24 Januari 2013

Wisata Pekanbaru : Alam Mayang Garden


Pekanbaru, yang sekarang merupakan tempat tinggal kami, merupakan kota yang strukturnya hanya daratan luas. Tak ada gunung. Pun tak ada gua ataupun sungai yang bisa untuk rafting. ^^ Dengan karakteristik yang sangat mirip dengan Jakarta, kota ini menonjolkan wisata belanja dan memposisikan Pekanbaru sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Namun di beberapa tempat, ada hiburan dan tempat rekreasi untuk warganya. Salah satunya ialah Alam Mayang.

Sebenarnya setahun lalu, ketika awal2 kami pindah ke Pekanbaru, kami sudah pernah mengunjungi tempat wisata ini. Tapi apa mau dikata, sangat memprihatinkan buat kami. Sebagai tempat rekreasi memancing dan taman hijau kota, kondisinya kotor, tak layak dan seperti hutan yang tak dihuni. Hehehe.. Alhamdulillah, 1.5 tahun berlalu, ada perubahan yang berarti dari kawasan ini. Dan inilah report dari kami, yang sekarang sangat menikmati berekreasi di Alam Mayang, bareng si kecil Daffa. =)

Seperti namanya, Alam Mayang pastilah menonjolkan wisata alam terbukanya. Berlokasi cukup jauh dari pusat kota, berada di Jl. Imam Munandar KM 8, kecamatan Bukit Raya. Sudah mendekati jalur lintas timur. ^^ Tapi dengan jauh dari pusat kota, justru berasa lebih tenang dan tidak ada kebisingan layaknya di tengah kota. Dengan tiket masuk sebesar Rp 10ribu utk dewasa; Rp 5ribu utk anak2; mobil Rp 2ribu; dan motor Rp 5ribu kita bisa menikmati kawasan yang luasnya sekitar 24 ha. Sekarang Alam Mayang lebih bersih, tempat pemancingannya juga sudah tak begitu memprihatinkan. Mainan untuk anak2 pun ada banyak pilihannya loh.

Setelah sampai, Daffa yang masih asik tidur, ‘dipaksa’ Ayah untuk bangun, lantaran Ayah sudah tak sabar untuk mengajaknya bermain. Alhasil ketika matanya membuka mata, lihat kanan kiri, n he was so excited. Daffa asik jalan kesana kemari.. sambil berceloteh tak henti.. =) Tak nyesel jadinya datang kemari. Benar2 hepi seharian bermain di tempat ini. :)

Oya,, banyak pula loh warga sekitar Pekanbaru yang main kemari untuk makan bersama keluarga besar. Menggelar tikarnya di atas rumput dengan pemandangan ‘danau’ yang cukup indah, sambil makan bersama keluarga. Kami pun tak mau kalah. Menggelar peralatan minimalis kami, yaitu hanya beralaskan jas hujan. Jadilah kami bisa lesehan dan tidur2an di bawah pohon, hihihi...^^ Sayangnya kurang satu: kami sama sekali tak membawa bekal makanan, karena memang ini perjalanan yg tak terencanakan, hehe.. Just get lost aja,, Agak garing sih mulutnya, hehee.. Melihat orang lain pada makan, berasa pengen ikutan ngunyah juga.. :D

Arena bermain di kawasan ini pun cukup banyak dan bervariasi. Tarif untuk bermain sekitar  Rp 5ribu sampai Rp15ribu. Untuk lebih jelasnya, bisa lihat gambar di samping. Ada pula loh yang gratis tanpa membayar: bermain perosotan, jungkat jungkit, main di wahana replika, dan menonton atraksi panggung. Kala itu ada atraksi topeng monyet. Waahh,, Daffa suka dan penasaran dengan monyetnya. Apalagi di akhir pertunjukan, ada pula ularnya! Wow, cukup mengagetkan saya yang agak ‘ngeri’ sama ular.. (bahasa jawanya: gilo).

Oke, saya mau nge-list semua permainan  di Alam Mayang ya... ada Sepeda Air, Safary Train, Flying Fox, Rumah Hantu, Camper Boat, Becak, Sepeda Gandeng, Kereta Naga, Mandi Bola, Balon Loncat, ada juga Studio 3D, Shooting Target, Tembak Reaksi, Bombom Car, atraksi-atraksi badut, Topeng Monyet, instalasi seni dari berbagai kemunitas.

Oya, berdasar info dari mas2 penjaga, yang saya kompilasi dengan cerita teman2 pegawai, jadi Alam Mayang ini sudah ada sejak sekitar 30 tahun lalu loh..!! Awalnya hanya seluas 1ha, yang kemudian pada tahun 1995 meluas mjd 24ha seperti yang kita nikmati sekarang. Sebelum menjadi tempat rekreasi, dulunya ini adalah lahan pertanian, perikanan, dan peternakan atau disebut sebagai pertanian terpadu. Baru sekitar 7 Januari 1988 hingga sekarang menjadi tempat wisata keluarga, awalnya hanya kolam pemancingan, terus berkembang seperti sekarang, menambah area bermain anak.

.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...