Tampilkan postingan dengan label -jeLajah Sumatera-. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label -jeLajah Sumatera-. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 April 2013

Mencicipi resort di Copacabana Beach, Bintan.. :)


Setelah berpuas wisata sejarah di Pulau Penyengat, kami menyeberang lagi dengan kapal Pompong menuju Tanjung Pinang. Tujuan pertama ialah ke rumah dinas kepala KPP Tanjung Pinang untuk beramah tamah dan menjalin keakraban dengan pegawai dan keluarga besar KPP Tanjung Pinang. Plus makan siang yang wuueennaakk.. :D Oya, kalau saia menandai suatu daerah dengan muntah atau poop, lain halnya si kecil. Dia menandai suatu tempat dg numpang bobok. Jadilah, numpang bobok disana 2jam lamanya...hhahaha.. Nyenyak buanget.. *Info gag penting,abaikan..*


Anyhow, setelah perut kenyang, kami kembali melaju dengan roda empat menuju resort di pinggir pantai. Awalnya sih mau ke Lagooi, tapi karena disana sudah full booked jadilah kami ke Bintan Cabana Beach Resort. Yaahh, tak kalah bagusnya. Letaknya ada di Jalan Trikora KM 46, Malang Prapat, Berakit, Tanjung Pinang. Tak tanggung2, karena kami startnya dari pelabuhan di Pulau Penyengat, jadinya perjalanannya memutar dan memakan waktu cukup lama: 2jam. Padahal sebenarnya jika kita start dari terminal ferry Sri Bintan Pura, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 45 menit saja. ^^

Pertama datang, kami mandi dan istirahat sejenak. Cukup pegal juga, karena memang seharian capek di jalan aja. Perjalanan udara, kemudian laut dan darat. Huff... Ketika sudah agak sorean, Ayah mengajak kami jalan2 dan akhirnya berakhir dengan mandi di kolam renang hotel. Maknyuss. Daffa sukaa bangett.. (Memang sih udah dibiasain sejak 6bulan, renang mlulu.. :P) Setelah itu baru deh jalan2 di seputar pantainya sambil main bola dengan kawan pegawai diiringi matahari senja. Top markotop!!

Kiri: restorannya yg menghadap laut; Kanan: bedroomnya.. :)
Wahh resortnya bagus, keluar kamar pemandangannya langsung pantai. Tidur dengan lantunan suara ombak. *Waahh jadi mengingatkan memory di Pantai Siung, yang nginep pakai tenda bareng anak2 caving.. ^^* Pantai di Bintan ini juga mengingatkan akan film Laskar Pelangi. Dengan pasir putihnya dengan bebatuan besar yang abstrak dan sedikit biota laut di pinggir pantai, sungguh indah. Lagipula pengelola resort ini juga menghiasi pinggiran pantai dengan aneka tanaman dan pepohonan, dan juga saung dan penginapan. Maknyus dah!! Restorannya pun luas menghadap ke laut, seakan kita makan di atas perahu saat air laut pasang (pagi hari). Dengan posisi pantai di sebelah timur, kita bisa menikmati sunrise di pagi harinya. =)

Ngomong2 tentang Cabana Resort ini, ada banyak tipe kamar desuai selera kita loh. Di sisi pantai ada kamar mewah 26 dan 12 suite, yang sebagian besar memiliki balkon pribadi atau teras yang menghadap ke laut. Waoww.. Juga ada 17 vila serta di area taman, dengan total 22 kamar dan 30 kamar taman. Sebuah grand total 90 kamar pilihan yang tersedia. Kami mendapat villa di area taman, lumayan asik dan dekat dengan kolam renang loh. Untuk lebih lengkapnya bisa cek ke webpage resortnya ini nih: http://www.agrobeach.com/cabana.html
Juga ada fasilitas free karaoke di pinggir pantai, lumayan untuk yang suka menyanyi.. *bukan saya pastinya, jelek kali suara sayah menyanyi, hehehe* Ada juga billiard di pinggir pantai (US$ 5/hour) loh!  Fasilitas lainnya juga banyak, ada cano, menunggang kuda, snorkelling, dan olahraga pantai lainnya. But untuk harganya, saya kurang tahu pasti... ^.^ Hanya menikmati pantainya dan fasilitas gratis yg ada.. :P
Malamnya, tak kalah menarik. Kami makan malam di pinggir pantai dengan menu bakar2an dan aneka seafood. So yummy!!! The best part of this travelling,, ^^ Betapa romantis dan syahdunya, makan malam dalam kegelapan ditemani deburan ombak dan jutaan bintang.. Wawawawaaa... >.<

Daann,,,pagi menjelang,, saatnya untuk berkemas pulang.. :’( Rasanya kurang! Nagih mau tinggal dan main lagi.. Yawsud, karena memang libur pendek dan tak ambil cuti, mau tak mau rela gag rela harus kembali ke Pekanbaru. Lewat Batam lagi tentunya. Hufff... But this will be unforgetable trip.. ^^ Trip yang merogoh kocek, tanpa saya perlu survey tinggal ikut acara kantor, perjalanan darat-laut-udara, daannn waktunya pendek kurang puas!!! Hahahahaa... XD But its fun, anyway.. : )

Jumat, 05 April 2013

Singgah Sejenak ke Pulau Penyengat, Tanjung Pinang

Setelah sekian lama kami hanya bermain di kota Pekanbaru saja, alhamdulillah diberi kesempatan untuk mengunjungi kepulauan tetangga: Kepulauan Riau. Acara ini merupakan acara kantor Ayah sih (tapi biaya pribadi; yang cukup merogoh kocek jutaan!!). Agenda kali ini mengunjungi Tanjung Pinang yang terkenal akan keindahan pantainya. Ya,, namanya juga acara kantor ya, saia harus mengikuti rundown kantor yang sangat santai sekali. Lebih mengutamakan kebersamaan di resort saja, sambil olahraga dan bersilaturahim dg pegawai di KPP Tanjung Pinang. Hohoho, padahal kalo tipe sayah, saia gatel harus blusukan ke penjuru kotanya, hihii... Tapi salut deh, untuk KPP Pekanbaru Tampan, yang tak pernah absen mengunjungi KPP tempat tujuan dan beramah tamah menjalin keakraban. (Tahun kemarin bersilaturahim ke KPP Bukittinggi).

Keberangkatan start dari bandara Sultan Syarif Qasim berlanjut ke Batam dan menaiki kapal menuju Tanjung Pinang. Here we gooo...!!! Memang sih, mau tak mau harus loncat ke Batam dulu karena tak memungkinkan untuk langsung terbang ke Tanjung Pinang. Setelah sampai ke Bandara Hang Nadim Batam, kami charter bus kecil menuju Telaga Punggur untuk naik ferry menuju Tanjung Pinang. Saat itu kami memilih Ferry Baruna dengan biayanya Rp 40ribu sekali jalan.
Sesampainya di Tanjung Pinang, rundown pertama kami menuju Pulau Penyengat. Sekitar 6km dari pelabuhannya. Dan lagi-lagi naik kapal. Sebuah kapal kecil yang dinamai Pongpong >.<). Huff,, semangat!!! Masa kalah sama Almandaffa yang tetap ceria meski di tengah gelombang laut... :D
Pulau Penyengat ini lebih tepatnya kita sebut saja sebagai wisata sejarah. Bisa dibilang wisata religi juga bagi yang mengunjungi makamnya (semoga sih tak ada ritual aneh2 dan “ngalap berkah” ya,hehe). Tempat ini merupakan kepulauan kecil yang penuh dengan makam2 Raja dan bekas Kerajaan Riau Lingga. Plus yang terkenal di masyarakat Melayu, disini adalah tempat kelahiran Raja Ali Haji, pencipta Gurindam Dua Belas, sekaligus saat wafatnya juga dimakamkan di sini.
Pertama kali sampai di pulau ini, langsung disambut oleh Masjid Raya Sultan Riau yang sangat terlihat mencolok diantara rumah2 warga. Letaknya yang cukup tinggi dengan cat berwarna kuning hijaunya yang cerah. Yang paling terkenal dari bangunan ini, bahwa dahulu saat dibangun oleh warga, mereka menggunakan putih telur sebagai campuran semen untuk dinding masjidnya. Ada 4 pilar tiang penyangga tempat sembahyang, atap kubah sebanyak 13buah dan menara 4 buah. Kalau ditotal berapa? Yupp,, akan kita dapat angka 17. Yang artinya, shalat yang kita dirikan sehari semalam: 17 rakaat.
Akhirnya kami istirahat di sana sekalian Shalat Dhuha. Tak lupa, saya juga meninggalkan jejak di sana: Muntah karena mabok laut. Hahahayyy.. (^o^)v Setelah kondisi saia pulih, kami akhirnya menyewa becak motor, alat transportasi disana. Dengan membayar Rp 25ribu, kami dibawa berkeliling mengelilingi situs sejarah di pulau ini. Dan untungnya, Bapak pengojek becak motor ini tahu banyak tentang kondisi dan sejarah pulau ini. Jadilah kami bertanya banyak hal tentang sejarah pulau ini dan kondisinya sekarang.
Destinasi pertama kami ialah komplek makam Raja Ali Haji. Disini ada beberapa tokoh kerajaan yg ikut dimakamkan di area ini. Terrlihat bersih dan rapi dengan nuansa warna kuning dan hijau. Bangunan makamnya pun nampak seperti rumah/kerajaan jaman dahulu. Situs yang kedua, yaitu Makam Raja Ja’afar dan Raja Ali Marhum. Makam ini pun juga bekas kantor kerajaan Riau Lingga. Bisa dilihat kan dari arsitekturnya.. : ) Bangunan ini pun telah dipugar dengan tetap menampilkan keaslian bangunannya.
Kemudian kami keliling lagi, dan sampai ke dermaga di sisi seberang pulau. Berfoto2 deh dengan latar belakang hamparan laut luas. Di depan dermaga, terdapat Istana Raja Ali (Istana Kantor). Istana yang cukup luas dengan bangunan khas melayu. Ada juga sebuah sumur air tawar tepat di bawah istana. Pada jaman dahulu, Belanda/para pelayar mengambil air dari sumur tsb dan juga perbekalan. Nah pada saat itu, di sana banyak sekali tawon/lebah dan sering menyengat para pelayar itu. Tak jarang memakan korban pula.

Maka, jadilah pulau ini dikenal dengan nama Pulau Penyengat. Kemudian, kami berkeliling lagi. Dan pandangan masih sama: makam, bangunan bekas istana, benteng pertahanan, meriam, dan sebangsanya. Nuansa sisa2 peninggalan jaman kerajaan pada masa 1800-an sangat kental terasa. ^^
Oya, ngomong2 tentang becak motor yang kami naiki ini, ternyata ada kisah juga. Berawal dari rasa penasaran kami, kok semua becak motor memakai motor dan desain yang sama persis, akhirnya kami menanyakan ke Bapak Ojek. ^^ Alhamdulillah, sejak Desember 2012 lalu, pemerintah (lewat Departemen ) telah memberikan secara cuma-cuma sebuah motor sport besar kepada setiap pengojek di pulau ini yang menekuni dunia perojekan minimal 7 tahun. Hehehe.. Maklumlah, waktu itu memang becak motornya sudah jadul seadanya, dan emisi gas buangnya parah. Alhamdulillah saia ikut senang. Semoga meningkatkan taraf hidup mereka menuju kesejahteraan yang lebih baik.
Tapi memang karakteristik sebuah daerah terpencil atau “kota satelit” ya,, dimana para penduduknya kebanyakan golongan tua. (Kota satelit itu, adalah kota kecil di seputar kota besar di dekatnya, misal Magelang yg diapit Semarang dan Jogja, atau Purworejo yang di sebelahnya Jogja, atau Klaten yang posisinya antara Jogja dan Solo, dll) Disini jarang terlihat anak seumuran SMP, SMA dan kuliahan. Maklum, karena sekolah disini terbatas (saya hanya melihat satu bangunan SD). Jadi bagi yang ingin menuntut ilmu lebih tinggi, harus menyeberang/tinggal di Tanjung Pinangnya. ^^

Tapi sungguh berkesan bermain di daerah kepulauan. Merasakan hidup di tengah2 pulau, kanan dan kiri laut. Plus karakteristiknya yang berangin namun agak panas dan lengket (jadi bikin sayah pengen mandi terus) dan aneka makanan khas seafoodnya yang sluuurrpp...yummy!! =) But however, saia lebih suka tinggal di daratan aja, hehehe.. Resiko sayah yg mabok laut kalau naik kapal itu,, weww... >.<

*Note: kalau naik kapal yang ada pemecah ombaknya seperti ketika ke Batam-Singapura, saya ga mabok loh, ga krasa sama sekali goyangannya.. ^^

Kamis, 31 Januari 2013

Wisata Pekanbaru: Kebun Binatang Kasang Kulim


Setelah minggu sebelumnya kami menjelajah Taman Keluarga Alam Mayang, sekarang giliran kami merambah kebun binatang yang hanya ada satu di Provinsi Riau ini. Bahkan kebun binatang yang dinamakan Kasang Kulim ini dimiliki oleh orang pribadi, bukan pemerintah loh. Agustina, nama pemilik kebun binatang tersebut. 

Sebenarnya, jauh2 hari sebelum kami memutuskan pergi kemari, sudah beberapa orang bilang kalau ini bukan recommended destination. Tapi kami akhirnya tetap mencoba kesana, membuktikan perkataan mereka sekalian mengetahui seluk beluk Pekanbaru lebih dalam. :) And here it is our report.. ^^

Lokasi Kebun Binatang Kasang Kulim ini sebenarnya tak begitu jauh dari rumah kami, sekitar 20km dari rumah. Tepatnya berlokasi di daerah Kubang Raya, Kec Siak Hulu. Jika kita lewat dari Jalan Kubang Raya dari arah Panam, jalannya tak begitu bagus. Berdebu sangat dan belum beraspal, banyak “jeglongan” tak rata githu, plus dilewati banyak kendaraan besar. Tapi jika kita melewati Jl. Kaharudin Nasution, jalannya lebih bagus, namun bagi kami yang tinggal di Panam, jadi berputar sangat jauh. ^^

Ini dia foto kebun binatang dari pintu masuknya. Tarif masuk ke kebun binatang ini sebesar Rp 16ribu untuk dewasa, parkir motor Rp 5ribu (tempat parkir sangat seadanya, ada baiknya pakai kunci ganda). Dengan lahan yang luas, sekitar 17ha, di kebun binatang ini selain ada koleksi binatang, juga ada tempat berenang/waterboom kecil2an. Lahan hijau pun luas membentang dimanfaatkan masyarakat untuk lesehan menggelar tikar sambil menyantap makanan bersama keluarga.

Kami pun begitu,,di rumah sudah menyiapkan banyak bekal: makanan, minuman bahkan bantal. Sayangnya, kami akhirnya tak bernafsu makan di sana karena melihat tempat yang agak kotor, banyak orang merokok dan baunya agak, ehmm,, pesing. Kasihan Daffanya. Plus disini taman hijaunya yang kosong terhampar luas, justru digunakan oleh para penjual keliling untuk jualan di sana. Jadi deh, seperti pasar tiban yang lokasinya bersebelahan dengan kebun binatang. Akhirnya kami hanya jalan keliling kebun binatang. Melihat koleksi hewan yang ada. =)

Nama Kasang Kulim ini pun, kadang membuat saya bingung dulunya. Saya kira kebun binatangnya berada di wilayah Kulim, suatu daerah di perbatasan Pekanbaru. Ternyata, nama ini diambil dari tempat kebun binatang tsb yang dulunya ialah tempat berladang Kasang. Sedang Kulim, mungkin pada waktu itu banyak pohon Kulim di daerah sana kali ya.. :p *sotoy sayah,,

Koleksi hewan di sini hanya sekitar belasan hewan ya. Beberapa diantaranya yang bisa saya ingat ialah: Rusa Bawean, Orang Utan, Gajah, Burung2, Kuda Nil, Beruang, Kera, Ular, Monyet, apalagi yaa... Thats all I could remember.. ^^ Sepengamatan tentang hewannya, kondisinya sudah agak tua dan tidak “segar” lagi. Pun banyak yang hanya ada satu hewan di kandangnya. Padahal itu tidak baik untuk psikologis hewan tersebut. Bisa bikin stres dan tak baik untuk perkembangannya. Adapula yg dalam 1 kandang ada buanyak hewannya, yaitu monyet. Ini juga tak baik pula, karena pergerakan mereka jadi sempit dan sering rebutan makanan dari pengunjung, hehe..

Tapi perlu saya acungi jempol, kepada Agustina, selaku pemilik Kebun Binatang Kulim. Karena merawat binatang tak semudah yang dibayangkan dan butuh biaya yang tak sedikit. Ia masih berusaha menghidupkan kebun binatang, merawat hewannya dan berusaha memberikan alternatif wisata bagi masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya. Berharap, semoga pemerintah daerah ikut turun tangan melestarikan kebun binatang ini. Pun memberikan kemudahan untuk menambah koleksi hewan ataupun menambah hewan yang hanya ada satu ekor, agar mereka mendapat pasangan. ^^ Hanya sebuah hitungan kasar saya aja, perkiraan pengeluaran untuk makanan hewan seharinya bisa tuh mencapai Rp 700ribu, belum membayar gaji pawang/penjaga kebun binatang yang tak sedikit. Dan saya lihat, di kebun binatang ini ‘untungnya’ sebagian besar merupakan hewan herbivora, bukan karnivora yang akan memakan biaya lebih besar dengan memberikan daging sebagai makanan sehari2nya.

Yuk,,mari berkunjung ke kebun binatang Kasang Kulim yang hanya satu2nya di Riau ini. Memang sih, tak sebagus Gembira Loka di Jogja atau kebun binatang di Bukittinggi (saia lupa namanya), namun dengan kita berkunjung kemari, selain kita memperkenalkan anak2 kepada satwa sekitar kita juga turut menyumbang kepada pengelola untuk terus melestarikan dan merawat hewan tersebut. (^.^)v

Kamis, 24 Januari 2013

Wisata Pekanbaru : Alam Mayang Garden


Pekanbaru, yang sekarang merupakan tempat tinggal kami, merupakan kota yang strukturnya hanya daratan luas. Tak ada gunung. Pun tak ada gua ataupun sungai yang bisa untuk rafting. ^^ Dengan karakteristik yang sangat mirip dengan Jakarta, kota ini menonjolkan wisata belanja dan memposisikan Pekanbaru sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Namun di beberapa tempat, ada hiburan dan tempat rekreasi untuk warganya. Salah satunya ialah Alam Mayang.

Sebenarnya setahun lalu, ketika awal2 kami pindah ke Pekanbaru, kami sudah pernah mengunjungi tempat wisata ini. Tapi apa mau dikata, sangat memprihatinkan buat kami. Sebagai tempat rekreasi memancing dan taman hijau kota, kondisinya kotor, tak layak dan seperti hutan yang tak dihuni. Hehehe.. Alhamdulillah, 1.5 tahun berlalu, ada perubahan yang berarti dari kawasan ini. Dan inilah report dari kami, yang sekarang sangat menikmati berekreasi di Alam Mayang, bareng si kecil Daffa. =)

Seperti namanya, Alam Mayang pastilah menonjolkan wisata alam terbukanya. Berlokasi cukup jauh dari pusat kota, berada di Jl. Imam Munandar KM 8, kecamatan Bukit Raya. Sudah mendekati jalur lintas timur. ^^ Tapi dengan jauh dari pusat kota, justru berasa lebih tenang dan tidak ada kebisingan layaknya di tengah kota. Dengan tiket masuk sebesar Rp 10ribu utk dewasa; Rp 5ribu utk anak2; mobil Rp 2ribu; dan motor Rp 5ribu kita bisa menikmati kawasan yang luasnya sekitar 24 ha. Sekarang Alam Mayang lebih bersih, tempat pemancingannya juga sudah tak begitu memprihatinkan. Mainan untuk anak2 pun ada banyak pilihannya loh.

Setelah sampai, Daffa yang masih asik tidur, ‘dipaksa’ Ayah untuk bangun, lantaran Ayah sudah tak sabar untuk mengajaknya bermain. Alhasil ketika matanya membuka mata, lihat kanan kiri, n he was so excited. Daffa asik jalan kesana kemari.. sambil berceloteh tak henti.. =) Tak nyesel jadinya datang kemari. Benar2 hepi seharian bermain di tempat ini. :)

Oya,, banyak pula loh warga sekitar Pekanbaru yang main kemari untuk makan bersama keluarga besar. Menggelar tikarnya di atas rumput dengan pemandangan ‘danau’ yang cukup indah, sambil makan bersama keluarga. Kami pun tak mau kalah. Menggelar peralatan minimalis kami, yaitu hanya beralaskan jas hujan. Jadilah kami bisa lesehan dan tidur2an di bawah pohon, hihihi...^^ Sayangnya kurang satu: kami sama sekali tak membawa bekal makanan, karena memang ini perjalanan yg tak terencanakan, hehe.. Just get lost aja,, Agak garing sih mulutnya, hehee.. Melihat orang lain pada makan, berasa pengen ikutan ngunyah juga.. :D

Arena bermain di kawasan ini pun cukup banyak dan bervariasi. Tarif untuk bermain sekitar  Rp 5ribu sampai Rp15ribu. Untuk lebih jelasnya, bisa lihat gambar di samping. Ada pula loh yang gratis tanpa membayar: bermain perosotan, jungkat jungkit, main di wahana replika, dan menonton atraksi panggung. Kala itu ada atraksi topeng monyet. Waahh,, Daffa suka dan penasaran dengan monyetnya. Apalagi di akhir pertunjukan, ada pula ularnya! Wow, cukup mengagetkan saya yang agak ‘ngeri’ sama ular.. (bahasa jawanya: gilo).

Oke, saya mau nge-list semua permainan  di Alam Mayang ya... ada Sepeda Air, Safary Train, Flying Fox, Rumah Hantu, Camper Boat, Becak, Sepeda Gandeng, Kereta Naga, Mandi Bola, Balon Loncat, ada juga Studio 3D, Shooting Target, Tembak Reaksi, Bombom Car, atraksi-atraksi badut, Topeng Monyet, instalasi seni dari berbagai kemunitas.

Oya, berdasar info dari mas2 penjaga, yang saya kompilasi dengan cerita teman2 pegawai, jadi Alam Mayang ini sudah ada sejak sekitar 30 tahun lalu loh..!! Awalnya hanya seluas 1ha, yang kemudian pada tahun 1995 meluas mjd 24ha seperti yang kita nikmati sekarang. Sebelum menjadi tempat rekreasi, dulunya ini adalah lahan pertanian, perikanan, dan peternakan atau disebut sebagai pertanian terpadu. Baru sekitar 7 Januari 1988 hingga sekarang menjadi tempat wisata keluarga, awalnya hanya kolam pemancingan, terus berkembang seperti sekarang, menambah area bermain anak.

Selasa, 18 September 2012

September and Eleven : What a Great Show!

-->
Berfoto dg Latar Belakang Stadion Utama Riau

Iya. September. Sebelas. Seminggu lalu. Pekanbaru.
Nah, dari semua clue n gambar di atas, buat yang sering up date berita (mungkin) tahu ya, apa yang saia maksud. Yuppy. September eleven is the opening ceremony of PON whic is held in Pekanbaru. Dan kami ikut menyemarakkannya. ^____^  Maklum, saia heboh, karna jarang2 ada ‘festival’ di Pekanbaru yang sarat artistik dan seni kayak di Jogja. Kangen euy. *Well, pernah ada sih sekali event indor saat awal2 kami tinggal di sini, tp tentang seni tari Sumatera Utara githu, saat itu saia masih belum ‘klik’ sama adatnya, hehee,, masih penyesuaian kali ya.. But tetep ya, saia suka sama semua kesenian n seluruh Indonesia, yg kontemporer sekalipun.. *Meski kadang ada banyak yang sulit Na cerna maknanya,,hehee..tp tetap bisa menikmatinya.. :)
PON yang ke XVIII ini memang diselenggarakan di Pekanbaru. And Luckily, we’re live in Pekanbaru. Benar2 momen yang spesial dan langka. Belum tentu di lain hari kami bisa ikut berpartisipasi. *Nasib mutasi yang selalu menghantui.. :p Akhirnya, kami *Ehm, saya sih, Ayahnya mah cuek2 aja.. :p selalu mengikuti  setiap perkembangannya. Dan kemarin kami ikut menyemarakkan acara pembukaan yang WOW banget. That nite was soo greatt..!! Thumbs up buat penyelenggara pembukaannya.
Daffa Takjub Melihat Pertunjukannya.. :)
Oke, acara pembukaan terdiri dari dua frame acara: free-show n main-show. Free show mulai dari pukul 4 sore, hiburan2nya lumayan bagus, relaks n fun dengan MC Indra Bekty n Asty Ananta. Sedang main-show nya dimulai pukul 7.30 malam, live in TV (RCTI n TVRI) plus dihadiri Pak Presiden SBY. Nah, acara ini diselenggarakan di Stadion Utama, yang jaraknya cuma selemparan batu sama kantor kami. Hahahaa.. So Lucky we were.. ^__^ Akhirnya, kami menonton kesana hanya jalan kaki sambil menikmati sore. Benar2 bangunannya baguss deh, dengan pengerjaannya yang diburu waktu, memang lumayan hasilnya. Dan megah. Meski sebagian kecil ada beberapa yang belum sepenuhnya selesai: pemasangan konblok bata; penanaman rumput; pemasangan gapura; pengecetan beberapa spot. But overall, layak untuk dipuji. *Kita kesampingkan dulu venue cabor; kasus korupsi n penyelewengannya ya, konteks saya  tentang progress pengerjaan gedung n persiapan opening ceremonynya aja.. :p
Kami datang ke Stadion Utama selepas pulang kerja, pukul 5 sore. Kayak di foto paling atas tuh, suasananya,, makin indah dengan latar belakang senja di sore hari. Saat itu, masih pertunjukan free-show berupa pertunjukan senam dan tari2an dari ratusan anak TK dan sanggar tari di Pekanbaru. Tak tanggung2, mereka latihan selama 6 bulan loh, untuk persiapan ini. Info ini dari beberapa pengisi acara yang saya ajak ngobrol. Ada pula atraksi terjun payung di beberapa spot stadium yang makin memeriahkan acara free-show.
Salah Satu Segmen Tariannya - Sory, foto jelek, cm bermodal camdig, ga punya DSLR :p
Saat memasuki acara main-show, kembali disajikan tarian Zapin khas Melayu dipadukan dengan tarian adat lain, seperti tarian Bali dan Papua, yang ditampilkan ribuan anak SMP, SMA dan budayawan Riau. Hmm,,mantapp... Lanjut, ada atraksi gelombang bono (olahraga terkenal di Teluk Bono di kabupaten Riau; salah satu tempat ‘surfing’ yang ekstrim di dunia) dari 1500-an pengisi acara sangat memberikan kesan memukau jutaan mata kala itu. Yang membuat saya makin kagum: atraksi cahayanya. Gak kalah sama atraksi cahaya di Sentosa Island, Singapore. :D Tak rugi deh menyempatkan datang ke sana. Daffa pun terlihat senang dan penasaran dengan semua di sekelilingnya. : )
Ketika Penyerahan Obor dr "Pangeran Tambusai"
Kemudian, ada defile dari seluruh kontingen. Para kontingen diperkenalkan dan diarak ke tengah lapangan, membuat tengah lapangan penuh lautan manusia.  Plus ada kata sambutan dari Gubernur Riau dan Presiden Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Sayangnya, ketika acara tersebut barisan para kontingen terlihat kurang respek dengan sambutannya. Dan memang sih, menurut saya sambutannya agak terlalu panjang dan bertele-tele. Jadi ya ada beberapa paskibra (pasukan pengibar bendera) yang jatuh pingsan. ^^ *kalau digabungkan sambutan Pak Gubri n Pak Presiden, bisa minimal 8 halaman folio lho..saia yg hobi mengarang pas ujian kuliah aja kalah.. :p  
Setelah itu, baru deh acara inti: Penyalaan Obor PON. Ditampilkan cantik seperti sebuah cerita: dengan dibawa kapal melewati gelombang bono, menuju sosok seseorang yang menaiki kuda putih *ceritanya itu Pangeran Tambusai, lalu ia dengan menaiki kudanya menuju podium obor, menyerahkan kepada Atlet asli Riau Cabang Bulutangkis yang menang saat PON pertama di Solo, 1952 waktu itu. *Saia lupa siapa namanya.. (-.-“)7 :garuk2kepala
Api PON sudah menyalaaa...
Dengan selesainya  acara tersebut, selesailah acara inti opening ceremony PON, dilanjutkan nyanyian merdu dari paara artis: Rossa, Judika, Ungu. Dan seperti biasanya, pasti ada salah satu lagu karangan SBY yang dinyanyikan, hehe.. :tepok jidat. Saat itu, saia bersiap untuk pulang. Selain karena sudah cukup malam (sekitar 9:30 pm) juga saia kurang tertarik dengan konser lagu artis *kecuali yg nyanyi Tompi; Sheila on 7; Michael Bubble; Jason Mraz; RHCP..siapa lagi ya..  hehehee.. Tapi ternyata keputusan itu sangatlah tepat.. *joget2. Karena tak berapa lama, keluarlah yang ditunggu2: Kembang Api Super Besar Super Keren. The coolest i’ve ever seen!! Dan itu Cuma bisa dilihat kalau keluar stadion, karena memang diluncurkan di luar stadion. Sangat terpukau dan menganga melihat keindahan kembang api yg super besar, sahut menyahut membentuk pola bunga dan ubur2.. (^o^)v Daffa agak ketakutan sih mendengar suaranya. Ia memejamkan mata, tapi sesekali melirik penasaran, cahaya apa itu, ada apa hingar bingar di luar sana.. ^^, What an amazing night!!
Sambil jalan pulang menuju kantor, saia berpikir: untuk pembukaan aja sangat mewah sekali, habis berapa miliar yah?? >.< Belum lagi pembangunan banyak venue yang tersebar di seputar Riau. Hmhmh.. semoga benar2 terasa manfaatnya, bangunan bisa digunakan untuk kemajuan olahraga daerah. Plus konstruksinya bagus, kuat. Jika tidak, sunggh mubadzir ya.. Dan akan lebih baik jika PON ditiadakan atau diselenggarakan di Jakarta saja, setidaknya menghemat sangat banyak dana. Mending disalurkan untuk pembangunan daerah tertinggal/perbatasan saja. : (
Ohh Daffa,, Bunda always admire of you....~ ~

Senin, 10 September 2012

Perpustakaan Modern Soeman HS: Nongkrong di Perpus? Why Not??



Setelah hampir 2 tahun lamanya kami tinggal di Pekanbaru, inilah kali pertama kami mendokumentasikan tentang salah satu spot wisata/spot menarik kota ini. Maaf dehh.. karena memang kota ini lebih menonjolkan wisata belanjanya dibanding yang lainnya (banyak emmoll..). Yang baru-baru ini dibuka ialah Riau Fantasy, satu2nya outdoor games yang bisa dibilang oke disini.. *ada juga Taman Kaca Mayang yang kodisinya membuat hati trenyuh... >.<
Tapi kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu tempat favorit saya buat nongkrong. Namanya Perpustakaan dan Arsip Prov Riau: Soeman HS. Kok perpustakaan?? Tapi jangan salah ya, perpustakaan disini pewe abis, asik buat nongkrong baca buku dg khusyu’, mewah, futuristik dan jauh dari kesan kuno-berdebu-tak terurus layaknya perpustakaan daerah di kota2 lainnya. Lihatlah bangunan yang megah ini, gak kalah sama mall kan!! :D Ini merupakan terobosan yg bagus dari Pemprov Riau untuk mendorong masyarakat gemar membaca. Semoga daerah lain juga bisa mengikuti dan mencotohnya.
Gedung ini diresmikan tahun 2008 tepat pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2008 oleh Bp Jusuf Kalla (waktu itu sbg Wapres). Gedungnya terdiri dari 6 lantai loh! Bermacam fasilitas juga disediakan disini. Ini nih diantaranya: cafe; ruang baca anak; OPAC (sistem searching); ruang informasi dan mushola untuk lantai I. Lantai II-VI , terdapat ruang bacaan; loker barang; ruang diskusi; tempat peminjaman/pengembalian buku; educational room; auditorium; atrium; bilik Budaya Melayu; discussion room; internet room; audio visual room. Plus ada wi-fi dan terdapat stop kontak di berbagai sudut ruangan yang semakin memanjakan para pengunjung.
Ngomongin tentang bukunya?? Wahh..gak kalah dong dengan segala fasilitasnya. Muantaabb.. Almost U can find anything in here..  ehm,, kecuali komik yaa.. :p. Total saat saya kunjungi bulan februari kemarin, ada 300ribu buah buku!!  Ada bacaan edukatif anak, psikologi; cerpen-novel masa kini-jaman baheula dalam-luar negeri versi indo atau english; pelajaran SD-Kuliah (buku2 kedokteran pun ada!!); semua macam ensiklopedia; budaya; pengetahuan umum, autobiografi bermacam tokoh.. and so on. Bahkan buku nama2 calon buah hati pun ada buanyak.. hihiii..
Ngomongin tentang Nama Soeman HS itu sendiri, saya juga penasaran. Siapa sih dia? Ternyata setelah gugling di eyang gugel, didapat info kalo beliau novelis asli Riau keturunan Tapanuli yang terkenal lewat novel: Mencari Pencuri Anak Perawan (1930). ^^
Alhamdulillah juga, tiap hari selalu ada buanyak pengunjungnya. Ada yang mencari bahan materi sekolah/kuliah/skripsi, atau hanya mencari novel/autobiografi. Nilai plus juga, guru2 dan sekolah2 sudah beberapa yang memberikan tugas kepada siswanya berkaitan dengan kepustakaan dan buku di sini. (^.^)v  Senang rasanya banyak yang berusaha menggiatkan cinta membaca ini. Cara menjadi anggota perpus ini pun sangat mudah. Jika masih pelajar/mahasiswa, isi formulir dg diketahui RT, RW dan fotokopi Kartu Pelajar/KTP. Bagi yang bekerja, syaratnya KTP dan Surat Keterangan Kantor, plus isi formulir dg diketahui atasan. Buat kamu2 yang tinggal di Pekanbaru, rugi banget deh ga nyempetin datang ke sini. Entah cm jalan2, ke cafenya sambil baca bukunya. ^___^
Karena semuanya yang saia sebut di atas, kini Perpusda Riau Soeman Hs telah menjadi E-Pilot National Project Percontohan Perpustakaan se-Indonesia loh. Wow.. Bahkan dalam sebulan perpustakaan bisa menerima kunjungan studi banding dari daerah lain hingga empat kali dan mulai kewalahan menanganinya. Merekapun akhirnya melibatkan pihak agen perjalanan untuk mengaturnya. Keren yaa... *Andai rumah saia deket sama perpusnya..bakalan sering nongkrong sambil baca2 deh.. ^^

.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...