Tampilkan postingan dengan label STAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Februari 2014

Perguruan Tinggi Negeri/Swasta vs Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Di Indonesia, umumnya kita mengenal adanya Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, namun ada satu Perguruan Tinggi, bersetatus Negeri tapi bukan PTN seperti yang biasanya, kita sebut saja PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan). Salah satu PTK yang cukup terkenal di Indonesia yaitu STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), berada di Jurangmangu, Kota Tangerang Selatan. Gak perlu panjang kali lebar sama dengan luas, kali ini saya ingin membahas tentang kelemahan dan kelebihan bersekolah di PTK umumnya dan STAN khususnya, karena saya alumni STAN, jadi sedikit banyak saya tau, karena sudah saya jalani. Semoga info ini dapat bermanfaat bagi kawan-kawan yang akan melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi, lebih bijak menyikapi masa depan.


Kelemahan

1).Tidak seperti PTN, kehidupan kampus di STANkurang dinamis. Saya tidak mengatakan kehidupan kampus di STAN membosankan dan monoton, iya mungkin kalau anda fase hidupnya selama di kampus  “kampus, warteg, kosan”, tapi ini konteksnya kalau kita bandingkan dengan PTN.
2).Jumlah mahasiswa/i STAN jumlahnya tidak sebanyak PTN, sekitar 3-4ribuan, dan juga jumlah mahasiswanya lebih banyak dari mahasiswinya 1:6 (tapi sekarang sudah mulai seimbang).
3).STAN itu kalau di PTN jadi Fakultas, karena spesialisasi-spesialisasinya itu gak jauh-jauh dari Keuangan, mestinya masuk Fakultas Ekonomi. Berbeda dengan PTN, ada fakultas Teknik, MIPA, Kedokteran, sospol dll. Kita itu hanya berteman dengan sesama anak keuangan, tidak berteman dengan anak teknik, anak sospol, anak kedokteran dll. Wawasan tidak bertambah?
4).Kehidupan organisasi di PTN juga lebih dinamis dan lebih hidup, juga jumlahnya lebih banyak dan banyak jenisnya, koordinasinya juga antar jurusan dan antar fakultas dan ruang geraknya juga lebih luas. Kehidupan organisasi di STAN sudah lumayan dinamis, tapi tetap tidak bisa sedinamis PTN. Organisasi di STAN dibiayai dari mahasiswa/i saat daftar ulang, tidak ada kucuran dana dari pihak kampus STAN.
5).Kehidupan di STAN, jika diatas jam 6 sore sudah sunyi, jam 8 malam keatas sudah gelap gulita, tetapi ada juga elemen kampus yang masih terang benderang poskonya, yaitu STAPALA (STAN Pecinta Alam), markas stapala ada dia area kampus dan sebenarnya ada beberapa elkam yang masih melakukan kegiatan di malam hari, tapi tetap aja "kurang rame". Di PTN? Saya kurang tau banyak, tetapi seperti yang saya perhatikan, di kampus-kampus PTN, jam 6 keatas masih banyak yang beraktifitas, baik kegiatan akademis maupun organisasi.
6).PTN yang meluluskan sarjana, jika masuk sebagai PNS di Kementerian Keuangan, akan langsung golongan IIIa, dan tidak perlu menunggu waktu yang terlalu lama, 2-3 tahun sudah bisa ikut seleksi beasiswa S2. Selain itu, pegawai dari sarjana, jika “bosan” bekerja di Kemenkeu, bisa “diam-diam” ikut seleksi penerimaan kerja di tempat kerja lain. Seperti teman saya ceritakan, ada dua orang pegawai Sekretariat Pajak Kemenkeu asal Unri dan Andalas yang “diam-diam” ikut seleksi masuk Bank Indonesia dan Pertamina, setelah lulus mereka buat sukuran di kantor Set PP Kemenkeu. Berbeda dengan sarjana, lulusan STAN Prodip III menjadi pegawai dengan Golongan IIc, sedang Prodip I dengan golongan IIa, dan tidak bisa “diam-diam” ikut seleksi kerja di tempat lain, karena ijazah ditahan sampai habis masa ikatan dinas.
7).Jumlah dosen di STAN dengan gelar Profesor jumlahnya sedikit, dan itu juga profesor "caplokan" dari Univ lain untuk mengajar bukan mata kuliah utama, untuk Doktor jumlahnya juga masih sedikit, lebih banyak dari Master dan lulusan DIV STAN. Kurangnya ilmu dan wawasan?
8).Jika anda kuliah D3 dan melanjutkan pendidikan S1, waktu normal yang akan anda tempuh kurang lebih 5-6 tahun. Tapi jika anda langsung masuk PTN Sarjana, waktu normal yang anda butuhkan selama pendidikan kurang lebih 3-4 tahun, dalam usia muda anda sudah bisa melanjutkan pendidikan S2 dan S3, kata orang-orang sih, kalau sudah ketuaan, biasanya semangat untuk sekolah berkurang.
9).Benar-benar mencetak birokrat (kelebihan atau kekurangan?), dan banyak yang bermental “PNS Banget”. Sistem membuat mereka tidak kreatif, monoton, tidak ada kreasi.
10).STAN mencetak calon pelaksana, bukan calon pimpinan, saya mengatakan hal ini karena adanya beberapa peraturan yang mendukung pernyataan saya tersebut.
11).Adanya peraturan yang 'sedikit memaksa' para alumni STAN tidak bisa langsung melanjutkan pendidikan S1, bagi yang bandel bisa-bisa saja, konsekuensinya ya ijazah S1 tidak diakui dan tidak bisa penyertaraan pangkat artinya golongan tetap, bagi Prodip 3 tetap IIc dan bagi Prodip 1 tetap IIa.
Kelebihan

1).Biaya Kuliah Gratis, tapi untuk biaya kosan, makan dll tetap harus bayar. Kuliah di STAN tidak dipungut biaya, kalau ada, itu juga biaya saat daftar ulang yang dikutip oleh BEM STAN, itu juga untuk keperluan kita selama di kampus. Di PTN, pasti banyak biaya yang harus dikeluarkan, biaya semesteran, uang ini itu dll.
2).Karena Ikatan Dinas, lulusannya bisa langsung ditempatkan sebagai CPNS di Kemenkeu, BPK dan BPKP, tanpa harus ikut tes cpns seperti lulusan PTN.
3).Sarana dan Prasarana kampus lumayan bagus. Walaupun kuliah di STAN gratis, bukan berarti fasilitasnya jelek. Kampus STAN lumayan luas, memiliki 6 gedung utama untuk kegiatan perkuliahan, kurang lebih 93 ruang kuliah dengan kapasitas rata-rata 40 mahasiswa yang dilengkapi AC per ruang, 1 Gedung Serbaguna, 1 Student Center dan fasilitas-fasiltas lain penunjang kehidupan kampus. Sebagai PTK sarana bagi mahasiswa cukup memenuhi standar.
4).Beban Perkuliahan di STAN tidak berat dan banyak waktu luang. Anda bisa mengisi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan yang positif, pengembangan diri.
5).Mendapatkan Uang saku saat di tingkat III. Saat sudah jadi mahasiswa tingkat III, tidak usah takut Dropout, karena bisa mengulang satu tahun lagi.
6).Buku-buku literatur disediakan (dipinjami).
7).Standar pendidikan di STAN sudah tinggi, karena kurikulum yang digunakan terus diupgrade sesuai kebutuhan stakeholder. Apa ini bisa dibilang kelebihan atau kekurangan, standar Indeks Prestasi STAN yang lumayan tinggi, untuk IP semester ganjil harus 2,4 atau lebih, untuk IP Kumulatif semester genap harus 2,75 atau lebih dengan beberapa ketentuan untuk mata kuliah tertentu tidak boleh mendapat nilai D, kalau tidak, akan Drop Out, DO.
8).Belajar mandiri. Mahasiswa STAN terbiasa belajar mandiri, karena biasanya materi-materi di kelas diajarkan sekedarnya, untuk lebih mendalam, ya belajar sendiri. Juga bagi mahasiswa yang kerjanya “leren” di kelas, pasti mau gak mau harus belajar “mandiri” saat dekat ujian.
9).Kesenjangan sosial tidak terlihat. Seragam kuliah ditentukan kampus, kemeja putih, abu-abu, biru dsb dan celana gelap, untuk prodip bea cukai, memakai seragam layaknya PTK lain.
10).Sistem pendidikan STAN lebih diarahkan pada kemampuan teknis, pendidikannya lebih fokus pada penerapan ilmu, bukan hanya teoritis.
11).Kehidupan kampus STAN itu agamis, kegiatan mentoring agama dan kajian-kajian agama sering diadakan, banyak orang solehnya. Saat masa-masa UTS dan UAS, mendadak mesjid-mesjid penuh (persis di film 3 Idiots, kalau dekat pengumuman ujian mereka mendadak jadi alim semua), bahkan ada plesetan kalau STAN itu Sekolah Tinggi Agama Negara.
12).Pengajar-pengajar di STAN, walau bukan seorang Profesor atau Doktor ahli, mereka setidaknya pembuat kebijakan atau pelaksana di Kementerian Keuangan, sehingga ilmu yang diajarkan, langsung berasal dari ahlinya di bidang keuangan pemerintah.
13).Seleksi masuk STAN yang belum ada celah untuk curang dan dari jumlah peminat yang mencapai ratusan ribu pelamar, membuat kampus ini selalu menjaring mahasiswa/i dengan background prestasi yang tidak bisa dianggap remeh dan kemampuan-kemampuan yang unik, juga mahasiswanya berasal dari seluruh Indonesia, membuatnya jadi lebih berwarna.

Kepada kawan-kawan SMA, ada baiknya jika memang "kuliah itu untuk kerja", apapun kerjanya, asal pendapatan lumayan, masuklah STAN atau PTK lain, tetapi kalau ingin mencari yang lebih dari sekedar kerja, saya sarankan sebaiknya jangan masuk STAN atau PTK lainnya. Satu lagi, jangan “tertipu” dengan Seragam anak-anak PTK yang terlihat “keren”. Kehidupan kampus di PTK, proses pembelajaran mereka dan pekerjaan saat di kantor setelah selesai pendidikan, belum tentu dan tidaklah sekeren Seragam yang mereka pakai. 

STAN tetaplah STAN yang punya kelebihan dan kekurangan, tetapi bagi kami alumni STAN, yang telah menyelesaikan pendidikan dari STAN, adalah satu kebanggan tersendiri dan rasa sangat bersyukur kepada Sang Pencipta pernah mengenyam pendidikan di kampus Perjuangan, kampus Jurangmangu, kampus bintaro. Semoga STAN selalu jaya dan tetap terhormat.

Murni copas dari situs mas Ma'arif: http://www.maarifsiregar.com/2014/02/perguruan-tinggi-negeri-vs-sekolah.html

Senin, 04 November 2013

Tips Mengerjakan Ujian DIV STAN (Bisa Berguna juga untuk USM DIII STAN)

Konten ini murni copas dari blog teman yang sharing tentang tes DIV nya, disini sumbernya : http://monilando.blogspot.com/2013/10/tips-lolos-usm-d-iv-stan.html 

Bismillah. Kebetulan beberapa teman bertanya mengenai tips agar lolos USM D-IV STAN sehingga saya berpikir untuk menuliskannya secara panjang lebar di blog. Hehe. Semata-mata hanya ingin berbagi saja. :)


USM (Ujian Saringan Masuk) D-IV STAN terdiri dari : TPA (Tes Potensi Akademik) dan tes Bahasa Inggris di hari pertama serta psikotes di hari kedua.  

Tips Lolos USM D-IV STAN menurut saya (silahkan ditambahkan atau dikoreksi di kolom komentar) :

1.    TPA dan Tes Bahasa Inggris merupakan ujian yang menuntut ketepatan jawaban dan kecepatan dalam mengerjakan, tak hanya karena waktu mengerjakan yang cukup singkat tetapi juga karena dalam USM D-IV ini saingannya alumni STAN semua yang notabene sudah pernah lolos tes serupa di D-III hehe

2.    Latihan soal secara intensif, misal satu jam di pagi hari, dua-tiga jam di malam hari. Kira-kira tahun lalu dua-tiga minggu sebelum ujian saya intensif mengerjakan soal. Karena tipe soal TPA dan Tes Bahasa Inggris pada dasarnya bentuknya gitu-gitu aja (dalam arti tidak ada bentuk soal baru), latihan soal secara terus menerus akan membuat kecepatan dan insting terasah.

3.    Simulasikan ujian TPA dan Tes Bahasa Inggris, alokasikan waktu dua setengah jam untuk 180 soal. Pasang stopwatch untuk memperkirakan waktu yang kita butuhkan untuk menyelesaikan satu soal. Satu soal berarti kira-kira mendapatkan jatah waktu 150 menit/180 soal sekitar 50 detik. Pasang target satu soal 30 detik. Atau bisa juga dengan dalam dua setengah jam menghitung dapat menjawab berapa soal. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tekanan saat ujian, karena jika mengerjakan soal (latihan) tanpa ditarget waktu cenderung santai.

4.    Kalau saya pribadi, kebetulan saya tak suka latihan soal tanpa ada jawaban (karena tak tahu benar atau tidaknya) jadi saya belajar dari buku USM D-III yang sudah ada pembahasannya (belum ada yang membuat buku pembahasan soal USM D-IV soalnya :D), toh tipe soal sama. Jadi saya habiskan saja buku itu (kira-kira delapan paket soal USM D-III), serta saya beli panduan TPA secara online (ada pemetaan soal dan pembahasan). Teman-teman mungkin bisa membeli buku panduan TPA yang banyak dijual atau beli panduan secara online. Soal USM D-IV saya hanya kerjakan dua tahun saja (tahun 2010 dan 2011) kemudian dicocokkan dengan jawaban teman-teman (dibahas bareng di grup whatsapp hehe), belajar bareng boleh dicoba :D

5.    H-1 Ujian saya sudah tak pegang buku, untuk menghadapi ujian tak hanya kemampuan menjawab soal tapi psikis yang tenang. Yakin sudah punya banyak bekal yang ditabung sebelumnya jadi H-1 harus sudah rileks, siap tempur untuk keesokan harinya :D

6.    Mengawali ujian, biasanya saya berdoa dengan basmalah (kadang-kadang disambung dengan Al Fatihah), memohon kekuatan dari Allah dengan membaca “la haula wa la quwwata ‘illa billah”, doa meminta kelancaran urusan seperti dicontohkan nabi Musa yang ada di surat Thoha “Robbisysyrohlii shodrii wayassirlii amri wahlul ‘uqdatam minlisaanii yafqohu qoulii”, doa untuk diberi petunjuk dalam kebenaran (semoga Allah memberi petunjuk mana jawaban benar yang harus dilingkari) Allahumma arinal haqqo haqqon warzuqnat tibaa’ah wa arinal baathila baathilan warzuqnaj tinaabah, bi rahmatika yaa arhamar rahiimin. Yakin seyakin-yakinnya Allah akan memberi kekuatan menghadapi soal, bi ‘idznillah. 

7.    Kerjakan dari soal yang paling gampang karena akan menambah kepercayaan diri. Jangan penasaran dengan soal yang kira-kira susah atau lama mengerjakan (toh bobot nilai tiap soal sama). Standar saya kalau kira-kira dalam sepuluh detik masih ruwet mengurai soal, tinggal dan kerjakan soal lain.

8.    Ada dua cara menjawab soal dengan benar : yakin jika jawaban tersebut benar atau yakin jika pilihan jawaban lain salah. Coret opsi jawaban yang kira-kira tak mungkin. Kalau saya, jika ragu di antara dua pilihan jawaban, saya akan pilih salah satu tapi kalau ragu dengan tiga pilihan jawaban saya memilih mengosongkan jawaban. Saat USM D-IV kemarin dari 180 soal, 20 soal gambling di antara dua pilihan jawaban dan 20 soal kosong. Saat USM D-III dari 180 soal, 45 soal kosong (tak menghitung yang gambling berapa).

9.    Tips untuk tes Kemampuan verbal (35 soal) :
a.    Terdiri dari kosa kata, antonim, sinonim dan analogi serta bacaan
b.    Kosa kata, antonim, sinonim didapat dari banyak-banyak membaca. Selain itu tiap pilihan jawaban dari soal-soal tahun sebelumnya saya cari artinya di kamus (bisa dicari di internet atau aplikasi KBBI di Android).
c.     Untuk analogi, rasa-rasanya jawaban hampir mirip-mirip. Namun pola hubungan analogi sebenarnya tak terlalu banyak. Insya Allah dengan latihan soal semakin terasah kemampuan analoginya.
Misal : A digunakan untuk B, A mengandung B, melakukan A agar B, A merupakan bentuk umum dari B, dsb.
d.    Untuk soal bacaan, sebisa mungkin tak perlu membaca keseluruhan bacaan. Akan menghabiskan waktu. Tembak langsung soal :
1)      Dari opsi pilihan a, b, c, d langsung cari jawaban di bacaan. Misal pertanyaan akan seputar “pernyataan yang sesuai dengan bacaan, pernyataan yang tidak sesuai dengan bacaan, yang dimaksud X pada baris ke Y”
2)      Jika perlu, baca sekilas bacaan temukan kalimat utama di tiap paragraf (ingat kalimat utama saja). Saat pelatihan speed reading diajarkan bahwa teknik speed reading salah satunya dengan :
“Letakkan telunjuk di tengah-tengah paragraf. Lalu biarkan bola mata Anda menemukan inti kalimat dari suatu paragraf. Dengan meletakkan telunjuk di tengah paragraf, jangkauan pandang mata akan lebih luas sehingga lebih cepat memahami bacaan”. Try this :)

10. Untuk tes kemampuan kuantitatif (45 soal) dan kemampuan penalaran (40 soal), tak ada saran lain selain perbanyak latihan soal. Hehe. Saya yang sudah lupa dengan cara menjawab soal-soal matematika dasar terbantu sekali dengan soal bahas USM D-III, kalau mengerjakan sendiri tanpa jawaban yang diyakini akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Kalau nanya teman, mau nanya banyak-banyak juga sungkan rasanya. Hihi. Saran saya belajar dari soal bahas :D

11. Untuk Tes Bahasa Inggris (60 soal) akan saya bahas khusus di tulisan malam hari nanti (Insya Allah semoga sinyal bersahabat) tentang cara mengerjakan bahasa Inggris dengan cepat dan tepat (sepengetahuan saya tentunya). Tunggu ya.

12. Untuk Psikotes, saya belajar dari pembahasan psikotes yang beredar di internet (silahkan di-googling sendiri yak, panjang sekali soalnya kalau dimasukkan postingan ini hehe), intinya :
a.       Untuk tes Pauli, konsistensi yang utama. Alhamdulilah kebetulan saat USM D-IV lalu tes Pauli saya stabil (interval konsisten) dan cukup banyak (kertas yang diberikan tersisa tiga kolom saja). Kuncinya latihan simulasi tes Pauli (bisa download lembar soal Pauli di internet), kasih waktu, perhatikan interval kita, jaga kestabilan.
b.      Untuk tes wartegg, saya menggambar sesuai arahan di internet dengan dimodifikasi dengan kepribadian saya (males rasanya menggambar sesuatu yang bukan saya banget). Biasanya ada penjelasan kalau gambar begini begitu menunjukkan apa.
c.       Untuk tes menggambar pohon berkambium dan orang, saya menggambar sesuai kepribadian. Gambar saya tak bagus dan tak proporsional (kaki orang kepanjangan heu) tetapi saya usahakan mantap dalam menggambar (nggak ada goresan ragu-ragu). Mungkin berpengaruh.
d.      Untuk tes menjawab soal sesuai kepribadian, jawab sesuai kepribadian kita karena kalau kita menjawab sesuai dengan apa yang kita anggap baik tetapi tak sesuai kepribadian, pasti akan ketahuan ketidakkonsistenannya. Just be your self.

13. Perhatikan faktor nonteknis, seperti alat tulis menulis, kelengkapan persyaratan, dsb. Terutama ujian psikotes, kondisi psikis kita saat berpengaruh saat mengerjakan. Rileks and take your day.

14. Di atas semua tips, teknik dan kemampuan kita, ridho Allah yang utama. Jemput keridhoan Allah sebanyak-banyaknya  seperti sholat tahajud, hajat, sedekah, jemput keridhoan ortu, doa di saat yang mustajab dsb. Minta doa sebanyak-banyaknya kepada banyak orang. Dulu saya membuat satu postingan khusus di blog ini minta doa mau ujian masuk D-IV. Kita nggak tahu doa siapa yang dikabulkan Allah, barangkali di antara doa orang yang berkenan mendoakan ada yang mustajab atau saat ia mendoakan merupakan saat yang mustajab.

Good luck, sedikit banyak semoga tulisan ini ada manfaat. Sampai jumpa di postingan berikutnya, insya Allah.

Screen capture tips dari teman-teman lain yang kebetulan sudah lolos juga :
 

Minggu, 03 November 2013

Tips Mengerjakan Tes Bahasa Inggris dengan Tepat dan Cepat

Bismillah. Kali ini saya ingin berbagi tips mengerjakan tes Bahasa Inggris dengan cepat dan tepat (sepengetahuan saya tentunya :D).

Tes Bahasa Inggris yang ada (baik tes USM D-III maupun D-IV STAN, atau TOEFL pun untuk structure and written expressions atau error recognition sebenarnya polanya gitu-gitu saja dalam arti tentu tak ada grammar yang berubah, hanya variasi soal saja (dan tingkat kesulitan/jebakan tentunya). Namun, tentu saja ada beberapa tips yang bisa dibagi agar tak hanya tepat mengerjakan tetapi juga cepat (target satu soal bahasa Inggris untuk structure and written expressions atau error recognition dapat dikerjakan dalam waktu sepuluh-lima belas detik per soal, untuk bacaan /reading comprehension memang kadang dibutuhkan waktu yang lebih lama). 

Here we go :
1.    Yang pertama tentu saja, pelajari kembali dasar-dasar grammar, untuk mengingat-ngingat kembali jika ada tata bahasa Inggris yang terlupa. Buku Longman cukup sederhana dan mudah dipahami. Ambil intinya saja :D. Atau shortcut yang lebih cepat lagi, identifikasi jenis tata bahasa yang sering keluar, cari materinya. Baiknya sih yang pertama hehe.

2.    Secara umum, dalam mengerjakan soal Bahasa Inggris, sebisa mungkin tidak perlu membaca soal secara menyeluruh.  Mengapa buang-buang waktu mengerjakan yang berharga dengan membaca keseluruhan soal jika dengan satu, dua, tiga kata langsung bisa tahu jawaban. Tak percaya?
Contohnya :
1) After ...... the South Pole, Amundsen spent three days in taking measurement of the vicinity.
a. reached                                           c. reaches
b. reaching                                         d. reach
Waktu mengerjakan : di bawah 10 detik
Tips :
a.       Mengerjakan soal ini hanya perlu membaca kata after, Amundsen dan opsi jawaban (bentuknya verba semua, lihat sekilas saja opsi jawaban), tak perlu baca kata-kata lainnya (hemat waktu, ingat tiap detik berharga saat mengerjakan)
b.      After = preposisi, setelah preposisi opsi jawaban bentuk verba semua. Verba setelah preposisi selalu dalam bentuk gerund (V-Ing) atau dikenal dengan gerund as object of preposition, apalagi Amundsen merupakan orang/subjek suatu pekerjaan. Sehingga jawaban yang tepat adalah reaching.
2) .... to the earth, a massive tidal wave will occur.
          a. if the moon were too close     c. If the moon will too close
          b. if the moon was too close       d. If the moon is too close
          Waktu mengerjakan : di bawah 10 detik
          Tips :
a.       Jika ada titik-titik di bawah kalimat, langsung lihat opsi jawaban untuk mengira-ngira ini soal bentuknya apa, oh ternyata if clause
b.      Kemudian setelah tahu soal tentang if clause, tak perlu membaca seluruh soal. Cukup cari anak kalimat kedua will dalam bentuk apa (will, would atau would have). Jadi dalam soal di atas cukup membaca sekilas opsi jawaban (if semua), dan will (occur) saja.
c.       If clause> > will >> langsung ingat bentuk kalimat setelah if pasti dalam bentuk present tense. Langsung lingkari jawaban (d)
Hint :
If clause/conditional tense (pengandaian) ada tiga tipe : type 1, type 2, type 3.
Type 1  >> showing probability >> If + (present tense sentence), S + will + Vo
Type 2 >> showing something unreal in the present >> If + (past tense sentence/ tidak nyata di masa sekarang, bentuk tense mundur dari present ke past), S + would +Vo.
Ingat  to be yang digunakan setelah if selalu were, apapun subjeknya.
Contoh : If I were the president of Indonesia, Indonesia would be rich
Type 3 >> showing something unreal in the past >> If + (past perfect sentence/tidak nyata di masa yang lampau, bentuk tense mundur dari past ke past perfect), S+ would have + V3
3) ..... establish a great new religion, but his revoit against Hindu deeply influenced Hinduism itself.
         a. Buddha only did not                   c. Not only did Buddha
         b. Only Budha did not                     d. Not only Buddha did
         Waktu mengerjakan : di bawah 10 detik
         Tips :
a.    Jika ada titik-titik di awal kalimat, baca sekilas opsi jawaban terlebih dahulu
b.    Jika ada negative expression (seperti no, not, never, hardly, barely, only, etc) pada awal kalimat, maka subjek dan verba posisinya dibalik (inverted)
c.     Cukup baca sekilas opsi jawaban >> baca pada semua opsi ada kata only >> dapat dipastikan jawaban yang tepat adalah yang dalam bentuk inverted atau opsi jawaban (c) not only did Buddha
Hint :
Bentuk klausa awalnya Buddha did not only establish a great new religion, tetapi kemudian di-invert menjadi Not only did Buddha establish a great new religion, bentuk inverted clause menjadi seperti pertanyaan >> (not only, as negative expression) + did (as helping verb) + Buddha (S) + Vo + Object

3.    Dalam structure and written expression sebenarnya polanya berulang atau itu-itu saja. Maka hendaknya mempelajari pola-pola yang sering muncul dalam soal seperti :
a.       Gerund
Ingat gerund (bentuk V-ing yang bertindak sebagai noun/noun clause) memiliki beberapa fungsi seperti :
1)      Gerund as object of preposition,
Example : After going to the library, she went to restaurant (bukan went, meski dalam kalimat bentuk past tense)
2)      Gerund as subject
Example : Swimming is my hobby (swimming merupakan subjek kalimat ini, ingat jika ada kata kerja mengawali kalimat maka bentuknya adalah gerund)
3)      Gerund as object
Example : I love swimming (swimming sebagai objek, ingat tidak boleh ada dua kata kerja dalam bentuk dasar berjajar bersama-sama tanpa ada pemisah (misal love dan swim dalam contoh kalimat), salah satunya harus dalam bentuk gerund)
Etc, silahkan dicari seluruh fungsinya ^^
b.    If clauses/conditional tense, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya
c.     Penggunaan kata yang diikuti oleh to-inf atau gerund
Misal : want + to, decide+to, mind+ v-ing, look forward to + v-ing, avoid + v-ing, etc
d.    Penggunaan tense yang tepat , biasanya melalui kombinasi tense seperti  future perfect tense, future continous tense, etc.
Tips : perhatikan kata keterangan waktu, jika ada kata keterangan waktu now biasanya ada bentuk continous (sedang/v-ing), perfect tense biasanya ada kata keterangan waktu since/for
e.    Kalimat preferensi, seperti prefer + v-ing/ noun/noun clause, to+v-ing/noun/noun clause atau rather+V1, than
Example :
People prefer spending the first day of id at their house to .... public fasilities
a.    visiting                               c. visits
b.    visit                                     d. visited
Jawaban : visiting, ingat prefer+ v-ing/ noun/noun clause. Jika memegang dasar ini, tak ada sepuluh detik untuk menjawab ^^
f.     Parallelism (menunjukkan pola/bentuk yang sama)
Example : I love reading, writing and swimming(bentuk gerund semua, tak boleh ada yang to-inf)
g.    Penggunaan must have, should have, could have, might have
Baik must have, should have, could have, would have harus diikuti V3.
Ketiganya memiliki arti yang berbeda (dilihat dalam konteks kalimat):
1)    Should have + V3: menyarankan bagaimana seharusnya seseorang bertindak di masa lalu,
Example : Your score is bad. You should have studied hard before exam.
2)    Must have + V3 : menunjukkan tingkat kepastian/keyakinan akan suatu kejadian di masa lalu.
Example : He didn’t come to class yesterday. He must have been sick.
Etc
h.      Penggunaan other, the other, another, others, etc.
Another + singular noun, other + plural noun. Penggunaan article ‘the’ sesuai konteks penggunaan article.
i.         Penggunaan reduced adjective clause, jeli terhadap manakah yang merupakan kata kerja sebenarnya dalam kalimat.
Example :
1)      The man standing in front of the door is my uncle. (kalimat awal : the man who is standing/stands in front of the door is my uncle. Kata kerja kalimat tersebut adalah to be is, bukan standing)
2)      The people ... to the benefit of mankind will be awarded with Nobel Prize
a.       contribute                            c. contributed                   
b.      contributing                         d. to contribute
Waktu mengerjakan : di bawah 10 detik
Tips :
Curigalah dengan bentuk kata kerja setelah subjek. Dalam soal di atas, cukup membaca subjek, opsi jawaban sekilas (untuk meraba bentuknya, dalam hal ini kata kerja semua) dan will be. Tentukan mana subjek dan kata kerja kalimat. Kata kerja dalam kalimat adalah will (be) sehingga bentuk contribute harus dalam bentuk v-ing (aktif, bertindak sebagai kata sifat menerangkan the people)
j.        Penggunaan who, whom, that, which, whose
Tips :
1)      who menerangkan subjek yang merupakan orang, whom menerangkan objek yang berupa orang
      tips : lihat opsi jawaban (misal who/whom), jika setelah titik-titik adalah kata kerja maka menggunakan who, jika setelah titik-titik adalah orang maka menggunakan whom
2)      that bisa digunakan untuk menerangkan subjek orang atau benda
3)      who selalu diikuti oleh Verb
4)      whom selalu diikuti oleh orang
5)      whose diikuti oleh benda
k.    Subject verb agreement
     Intinya subjek dan kata kerja pola harus sama, dalam arti misal subjek berbentuk they, kata kerja haruslah dalam bentuk yang menunjukkan pronoun tersebut. Jenis subject verb agreement ini banyak (terlalu panjang jika ditulis di mari semua), silahkan dicari sendiri yak ^^
Contohnya :

     1) Everyone is happy now (everyone sebagai subject, to be is merujuk kesesuaian dengan    everyone)
     2) Neither the student nor the teacher comes. (comes merujuk pada subjek yang paling dekat dengannya/the teacher)
l.      Penggunaan adjective dan adverb
Adjective >> menerangkan noun
Adverb >> menerangkan verb atau adjective, jika menerangkan kata kerja letaknya setelah kata kerja, contoh : she danced Kecak beautifully, tetapi jika menerangkan kata kerja pasif, adverb (of manner) berada di antara to be dan kata kerja pasif, contoh : Kecak is beautifully danced (by her) >> biasanya pengecoh pada error recognition
m.    Penggunaan preposisi yang tepat, kalau ini memang harus tahu makna
n.      Penggunaan appositive >> menerangkan orang di depannya, kedudukan setara dengan yang diterangkan
Example : ...., Winston Churchill was regarded as the greatest leader of the 20th century.
a.       He is a british former prime minister
b.      That Britih former prime minister
c.       It was a British former prime minister
d.      A British former prime minister
Jawaban : Identifikasi kalimat apakah sudah sempurna unsurnya (minimal ada subjek dan kata kerja). Jika sudah berarti titik-titik di awal kalimat subjek yang sudah diterangkan noun sesudahnya (Winston Churcill sebagai appositive) sehingga jawaban yang tepat adalah (d) A British former prime minister).
o.      Penggunaan neither.. nor;  either.. or; not only.. but also;  so... that; both... and
p.    Subjunctive
       Digunakan untuk menunjukkan urgency/importance. Terdapat expressions atau verba yang diikuti dengan subjunctive. Contoh : It is important that...., it was important that...., it is essential that.. it was essential that...
      to advise (that)
      to ask (that)
      to command (that)
      to demand (that)
      Example :
      It is crucial that you be on time for the meeting
      It is important that she work harder
      I requested Fifi join our trip
      Lala insisted that Dita not be at the meeting
      Tips : perhatikan bahwa kata kerjan dalam subjunctive selalu dalam bentuk kata kerja dasar, apapun bentuk tense dan subjeknya (apakah orang pertama/kedua/ketiga).       
q.      Penggunaan conjuctor (kata hubung) yang tepat
Misal : but, although, because etc.
Tips : because diikuti oleh kalimat, because of  diikuti oleh noun/noun clause 
Etc 

4.    Dalam structure and written expression, jangan jiper dengan panjangnya kalimat. Cukup identifikasi subjek, kata kerja dan objek. Selebihnya hanyalah keterangan menerangkan. Tidak perlu membaca keseluruhan soal.

5.    Untuk mengerjakan error recognition, menurut saya lebih mudah daripada mengerjakan structure and written expression karena mencari-cari mana yang salah lebih mudah dari mencari mana yang benar bukan, kita tak perlu tahu apa jawaban benar walau tahu itu salah hehe. Tips pertama dalam mengerjakan error recognition adalah baca sekilas opsi jawaban, lihat kata sebelum dan sesudah opsi jawaban. Terkadang kita bisa langsung tahu jawaban. Selanjutnya pegang apa yang tidak digarisbawahi sebagai pedoman.
Example :
1)      At 1845, James Pork invoked the doctrine against British threats in California and Oregon
A                                   B                                  C                    D
Waktu mengerjakan : tiga detik
Tips : Membaca opsi jawaban A dan kata sesudahnya, A pastilah opsi jawaban yang salah karena tahun menggunakan preposisi in, jadi ya langsung lingkari A saja tak perlu membaca yang lain-lain :D
2) Some puppetry is very simple in technique, while some is remarkable complicated
                    A                                      B              C                           D
Tips : Cukup membaca sekilas, jawaban d jelas salah karena complicated merupakan adjective yang diterangkan oleh adverb bukan oleh adjective (adjective tidak menerangkan adjective) sehingga seharusnya remarkably

6.    Jebakan yang biasa ada pada error recognition :
a.       Parallelism
Example :
1)      Wolves are known for their keen intelligent, skilled hunting dan highly organized social structure
Tips : Dalam kalimat, diperlukan kata benda yang paralel, social structure (tidak digarisbawah) adalah noun, hunting sudah tepat, nah intelligent pasti opsi jawaban yang salah karena bukan bentuk kata benda (akhiran –ent menunjukkan kata sifat) sehingga jawaban yang tepat adalah intelligence (-ence menunjukkan kata benda). Atau sebenarnya membaca opsi jawaban intelligent sudah pasti itu opsi yang salah karena keen adalah kata sifat yang pasti mendahului bentuk kata benda.
2)      The factory workers were ready, able and quite determine to do a great job
Tips : dalam kalimat dibutuhkan bentuk paralel dari kata sifat. Determine merupakan kata kerja, kata sifatnya seharusnya determined.
b.      Penggunaan if clause
Example : Were an artist to retain copyright, the collector would have violated the artist’s rights by making his copies.
Tips : bentuk asli kalimat were an artist adalah dari if an artist were (conditional tense type 2), langsung ingat polanya if + (past sentence), s+would+Vo, jadi opsi jawaban yang salah adalah would have violated seharusnya would violate.
c.       Subject Verb Agreement
Example : Last night, the neighborhood was surprised by the attack of armed gunman while they were sleeping.
Tips : perhatikan kata they tidak digarisbawahi, artinya subjek dalam bentuk jamak. Was surprised merupakan opsi jawaban yang salah karena menunjukkan kata kerja untuk orang tunggal.
d.      Penggunaan bentuk verb/adjective
Example : Throughout history, people have considered bats to be dangerous and frighten creatures of the night.
Tips : frighten seharusnya bukan dalam bentuk kata kerja tetapi kata sifat menerangkan bats sehingga jawaban yang tepat adalah frightening.
Etc

7.    Untuk soal bacaan (reading comprehension), sebisa mungkin tak perlu membaca keseluruhan bacaan. Akan menghabiskan waktu. Tembak langsung soal :
1)      Dari opsi pilihan a, b, c, d langsung cari jawaban di bacaan. Misal pertanyaan akan seputar “pernyataan yang sesuai dengan bacaan, pernyataan yang tidak sesuai dengan bacaan, yang dimaksud X pada baris ke Y”. Lihat soal, langsung cari jawaban di bacaan.
2)      Jika perlu, baca sekilas bacaan temukan kalimat utama di tiap paragraf (ingat kalimat utama saja). Saat pelatihan speed reading diajarkan bahwa teknik speed reading salah satunya dengan :
“Letakkan telunjuk di tengah-tengah paragraf. Lalu biarkan bola mata Anda menemukan inti kalimat dari suatu paragraf. Dengan meletakkan telunjuk di tengah paragraf, jangkauan pandang mata akan lebih luas sehingga lebih cepat memahami bacaan”. Try this.
3)      Lewati pertanyaan “what is the best title for the passage?” akan menghabiskan banyak waktu. Lebih baik kerjakan beberapa soal lain daripada membaca seluruh bacaan. Kecuali waktu sudah longgar :D

8.    Tips mengingat tata Bahasa Inggris : kebetulan saya tak suka menghafal rumus, cepat lupa selain itu membosankan. Jadi saya pasti membuat contoh kalimat yang menarik/menggambarkan saya banget sesuai dengan pelajaran bahasa Inggris saat itu. Sampai sekarang insya Allah, contoh kalimat yang dibuat dari SMP/SMA masih teringat terus :D
 
Sekian tips mengerjakan tes Bahasa Inggris. Sedikit banyak semoga bermanfaat. Silahkan jika ada yang ingin menambahi atau mengoreksi di kolom komentar ya :D
 
Ini merupakan tulisan dari teman D4, Monica Yolando, dengan sumber di : monilando.blogspot.com/2013/10/tips-mengerjakan-tes-bahasa-inggris.html
Semoga bermanfaat yah. Saya juga kemarin mau menulis, tapi apa mau dikata, sibuk ngurus anak dan suami.. ^^, Semoga tahun ini suami juga bisa lulus seleksinya, bisa menjadi mahasiswa D4 Stan, amin.. :D

.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...