Tampilkan postingan dengan label -jeLajah joGja-. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label -jeLajah joGja-. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 September 2013

Taman Pintar Yogyakarta : Wisata Kota yang Mengedukasi Masyarakat

Ngambil foto orang,heheh sumber dari sini
Alhamdulillah, setelah berpisah dari keluarga selama 4 bulan, kami dikumpulkan kembali dalam suasan Idul Fitri. Senang rasanya bisa kembali bersama Almandaffa dan Ayah. Liburan kali ini cukup lama, sekitar 2.5 minggu lamanya. Waktu yang sangat berharga bagi kami yang mengalami keterbatasan jarak. :’)

Dan merupakan salah satu janji Ayah, jikalau suatu saat dapat berkumpul liburan ke Yogyakarta lagi, Ayah ingin mengajak Daffa bermain. Sampai puas. Mengelilingi semua tempat permainan di penjuru Jogja. Tanpa terkecuali. Alhasil, jadilah kami bermain di Alun-Alun Selatan, Gembira Loka dan Taman Pintar. Ya,,baru sempat ke tiga tempat tersebut sih, karena waktu yang tak memungkinkan. Kala itu kami harus segera ke Magelang mengurus suatu hal dan ternyata ketika di Magelang Daffa justru agak sakit. :’(

Oke, kali ini kami akan mengupas tentang Taman Pintar :D Taman Pintar ini bisa kita sebut sebagai miniatur dari Singapore Science Center ya. Atau mungkin ide untuk membangun Taman Pintar berasal dari kunjungan studi banding ke SCC,, ya siapa tahu? :p Tapi satu hal yang perlu diapresiasi, bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta (atas prakarsa dari mantan Walikota saat itu, Herry Zudianto) sangat bijaksana dengan membangun kawasan ini, karena bagaimanapun masyarakat membutuhkan tempat wisata yang selain menghibur namun sekaligus mendidik mengedukasi dan menambah pengetahuan yang dikemas dalam bentuk yang menarik dengan tiket masuk yang cukup terjangkau. Thumb up for Pemkotnya!! =)
*****
Taman Pintar ini terletak di Jl Panmbahan Senopati No 1-3 Yogyakarta. Letaknya di dekat perempatan Sayidan, depannya kios2 buku Shopping Center dan Malioboro. Sampingnya Benteng Vredeburg persis. Yaa,,dekat pusat kota bukan?? Akses ke tempat ini pun terbilang mudah, bisa memakai bus Trans Jogja. Atau becak, motor, bus kota, bahkan andhong. Hehehe.. Makanya, kalau teman2 pas di sana, sempat2in mampir deh. Dijamin ga rugi. Orang dewasa aja menikmati permainan dan aneka pengetahuannya, apalagi anak2! ^^,

Oya, pertama kali Taman Pintar dibangun bertahap sejak tahun 2004. Soft Opening tahap I diresmikan oleh Mendiknas kala itu, Bambang Soedibyo pada 26 Mei 2006. Pembangunan tahap II ialah Gedung Oval dan Gedung Kotak, diresmikan dala Soft Opening II pada 9 Juni 2007 oleh Bambang Soedibyo, Menristek Kusmayanto Kadiman dan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Pembangunan tahap II yaitu Gedung Kotak lantai II dan III, Tapak Presiden dan Gedung Memorabilia. Akhirnya selesai sudah pembangunan keseluruhan Taman Pintar yang menempati lahan seluas 12.000 meter persegi. Peresmian Grand Openingnya pada 16 Desember 2008 oleh Presiden SBY. Info ini saya dapat di website resminya, yaitu www.tamanpintar.com ^__^ 

Di Taman Pintar ini terbagi dalam banyak zona dengan aneka permainan loh, indoor maupun outdoor. Bahkan, pihak Taman Pintar mengklaim bawa terdapat 35 zona dan 3.500 alat peraga permainan yang edukatif disana! Mantap ga tuh..!! Biaya tiket hanya Rp 2000 (untuk umur 2-7 tahun) untuk arena PAUD. Untuk Kawasan Gedung Oval, Kotak dan memorabilian cukup membayar Rp 15.000 (dewasa) dan Rp 8.000 (anak2). Dengan tiket “semurah” itu, kita bisa berputar dan belajar di Taman Pintar ini, seharian penuh. Benar2 seharian penuh, karena memang lokasinya yang luas dan aneka permainan dan info edukasi yang sangat banyak, dilengkapi bermacam eksperimen.    Untuk bioskop 3 Dimensi sendiri, biaya tiketnya sebesar Rp 20.000/orang. 

Beberapa tempat bermain yang ada di Taman Pintar, yang dapat kami ulas, ialah sebagai berikut.
1.   Zona Playground
Zona ini adalah segala permainan dan kawasan outdoor yang ada di Taman Pintar. Of courrse its all free :D. Buanyak sekali permainan yang dapat kita explore di sini. Mau basah2an? Bisaa.. favorit anak kecil, yaitu permainan mandi air. Ada juga permainan sistem katrol, rumah pohon, jembatan goyang, spektrum warna, menabuh drum, kolam ikan dan mercusuar, parabola berbisik, jungkat jungkit, daaannn buanyak yang lainnya.


2.   Gedung PAUD
Sesuai dengan namanya, tempat ini dikhususkan bagi anak2 yang usia balita. Disini terdapat bermacam aneka permainan yang sesuai untuk anak2 balita. Tiket masuknya pun hanya Rp 2.000 saja.

3.   Gedung Memorabilia
Memorabilia = memorable. Yaa,, pastilah zona ini merupakan zona sejarah yang terdapat bermacam informasi tentang keraton Yogyakarta, para sultan2nya, prajurit2nya, tokoh pendidikan di Indonesia, sejarah kemerdekaan Indonesia, hingga cerita tentang semua presiden yang pernah memimpin Indonesia.

4.   Gedung Oval dan Gedung Kotak
Inilah gedung yang puaaliiing luas di kawasan Taman Pintar. Memiliki beratus zona dan aneka permainan edukatif. Dimulai dengan memasuki kawasan miniatur Sea World :p, melihat akuarium kaca dengan bermacam jenis ikan, lanjut ke zaman purba lengkap dengan hewan dinosaurus dan kawan2nya. Bahkan ada miniatur dinosaurus yang besar, dapat bergerak bahkan bersuara! Sampai Daffa dibuat kaget karenanya. Tapi untungnya dia tidak takut. Justru takut dengan sosok manusia purbanya, bukan dinosaurusnya >_<

Berlanjut ke dunia eksperimen yang penuh dengan hasil penelitian para pelajar SMP dan SMU di Yogyakarta. Juga pengetahuan mengenai astronomi, ilmu dan para penemunya. Di zona berikutnya, terdapat bermacam zona yang disponsori oleh beberapa perusahaan maupun pemerintah, seperti perusahaan Toyota, Sari Husada, Kelapa Sawit, operator XL, Aqua, Badan Meteorologi dan Geofisika, BATAN, Pertamina, Honda dan muasih buanyaakkk lagi. Pastinya semuanya memiliki info dan ilmu pengetahuan bagi kita semua, menambah wawasan dan bermacam eksperimen edukatif yang mampu mengasah otak kita dan membuat berpikir. Mulai dari ilmu fisika, kimia, geografi, teknologi informasi, astronomi, buanyak!! ^^,

5.   Bioskop 3 Dimensi
Bioskop ini terletak di pintu keluar Gedung Oval dan Kotak. Tiket masuknya sebesar Rp 20.000/orang untuk reguler dan Rp 15.000/orang untuk rombongan. Yaa,,belum bisa bercerita banyak tentang ini karena kami tidak jadi masuk ke bioskop karena Daffa sudah tepar. Hihii,, \sinyal bagi kami untuk segera pulang ke rumah. :p

6.   Planetarium
Dari namanya saja, sudah pasti berbau tentang astronomi. Yaa,,disini terdapat bermacam peraga dan film menenai antariksa dan tata surya. Disertai bermacam info tentang benda luar angkasa, dari black hole hingga nebula. Asyik dehh.. Dan disini, kembali saia termangu, membayangkan segalanya ada di hadapan saia, live.. Ah, cita-cita itu.. :’)
*****
Sebenarnya, ini kedua kalinya Daffa main ke sini. Pertama kali, sekitar bulan April 2013, kala itu Daffa ditemani Bunda sama Mbah Kung Jogja. Ini kali kedua, Daffa mengunjungi Taman Pintar ditemani Ayah dan Bundanya.

Almandaffa sangat senang sekali bermain di sini. Terlebih lagi ketika ada proyektor yang sensitif terhadap gerakan (ada sensornya), dengan gambar kolam ikan yang bergerak menjauh ketika ada gerakan mendekat. Daffa asyik berlari mengejar ikan tersebut, tanpa lelah, hingga setengah jam. (-___-“) Juga ketika menjadi sopir di miniatur mobil Toyota, sampai2 tak mau diajak pergi keliling ke zona yang lain. Kami disuruh duduk di mobil, dan seakan mau bilang: “Ayah, Bunda yuk mau pergi kemana, Daffa anterin..” >.< Oke, terlalu lebay kamu, Nak! :p Ndesoo,,ahahahah...

Baru tiga perempat perjalanan, akhirnya Daffa pun harus mengalah dengan rasa capek dan kantuknya. Kolaps, K.O. Tidur pulas dehh. Tapi alhamdulillah, senang melihatnya bahagia tertawa, sambil berkata: Sukkaa,, Senaanngg.. ketika ditanya gimana perasaannya.. :’)

Yaa,,bahagia rasanya melihat anak senang bermain dan menikmati wisata ini. Pun juga kami, mendapat wawasan lebih tentang segala hal. Merupakan destinasi terbaik untuk liburan sekeluarga di Yogyakarta. Jangan melewatkan tempat yang satu ini. Kawasan hiburan di pusat kota yang murah, mengedukasi, mengasah kreatifitas, memacu anak untuk lebih semangat belajar dan menjadi penemu-penemu yang dapat mengharumkan nama Indonesia.

Jumat, 14 Desember 2012

Pantai Indrayanti : Akhirnya Bisa Liburan Bareng Sekeluarga Besar.. :)



Senang bukan kepalang, ketika libur pulang ke Yogyakarta pas Idul Fitri. Semakin senang, karena kami sekeluarga (keluarga inti bareng sama anak2) bisa bepergian bareng. Sesuatu yang sangat langka terjadi, mengingat kami sekarang pun terbilang setahun sekali aja pulang ke Jogja. :(

Setelah H+7 Idul Fitri, dan setelah semua urusan kami di Jogja beres, akhirnya kami sekeluarga dapat meluangkan waktu berekreasi bersama. Meski hanya bermain di pantai, namun nikmat  kebersamaannya tiada duanya. Kali ini, kami melangkahkan kaki ke daerah pantai di Gunungkidul, yaitu Pantai Indrayani, yang akhir-akhir ini sering ngetop jadi bahan pembicaraan n obyek wisata yang lagi “in”. Penasaran dengan segala macam pemberitaan tersebut, yuk ah, kami langsung cabut pergi ke sana.

Setelah 1,5 jam perjalanan dari kota Jogja, naik menuju Gunungkidul, sampailah kami di sana. Terletak di sebelah timur Pantai Sundak, Pantai Indrayanti memang memberikan nuansa yang berbeda dengan pantai lainnya di Gunungkidul. ^^, Selain pantai ini berpasir putih dengan berhiaskan bukit batu karang serta air yang jernih , pantai ini juga dilengkapi dengan restoran dan cafe yang terletak dibibir pantai. Restorannya pun unik, berbentuk gazebo2 yang manis dan ada pula yang mirip Hanoi, rumah adat Papua.

Dan satu hal yang saya garis bawahi mengenai pantai ini. Konsep kebersihannya patut diacungi jempol. Di setiap bilik/gazebo restoran, disediakan tempat sampah. Dan ada petugas khusus untuk memunguti sampah yang ada di sekitar pantai. Plus lagi, ada tanda peringatan tentang pelarangan membuang sampah sembarangan jika tidak ingin didenda. Sejauh pengamatan saia, alhamdulillah, banyak pengunjung yang “menghormati” tulisan peringatan tsb, dengan membuang sampah di tempatnya. : ) Semoga konsep ini terus berjalan sampai nanti deh, menjadi percontohan pantai lainnya agar bisa lebih baik dalam menjaga keasrian dan kebersihan pantai.


Pantai yang ada di Dusun Ngasem Desa Tepus ini ternyata sempat menimbulkan perselisihan loh. Apa pasal? Ternyata nama pantai ini, Indrayanti, adalah nama pemilik cafe/restoran yang ada di pantai ini. Karena nama indrayanti terpampang di papan nama restoran tersebut,sehingga masyarakat menyebut pantai ini dengan pantai indrayanti. Padahal pemerintah setempat memberi nama pantai ini dengan nama Pantai Pulang Syawal. Hehee,,lucu ya namanya, entah arti dari penamaan itu apa.. ^^ Tapi, masyarakat pada akhirnya lebih ‘menyukai’ dengan nama Pantai Indrayanti, yang makin populer hingga sekarang. Lebih menjual kali ya namanya. :D

Selain bermain dengan pasir putih dan deburan ombaknya, kita juga bisa bermain jetsky yang disediakan pengelola pantai. Setelah puas bermain-main di pinggir pantai, bukit batu karang di sebelah timur melambai-lambai membuat tak sabar untuk didaki. Di atas bukit, pemandangan laut yang bebatasan dengan Samudra Hindia terhampar luas. Beberapa pantai yang dipisahkan oleh bukit-bukit terlihat berjajar dan dari kejauhan terlihat gazebo dan rumah ‘Hanoi’ yang tadi kita nikmati sembari minum es kelapa muda. Apabila sore menjelang, bukit ini bakal menjadi spot yang bagus untuk menikmati mentari yang akan tenggelam kembali keperaduanya. Sayang, selepas shalat Dzuhur, kami bersiap untuk lekas pulang. ^^


Di tengah perjalanan, perut kami tak bisa berbohong. Waktu makan telah tiba, dan saatnya untuk memanjakan perut ini. Akhirnya kami berbelok ke kawasan Pantai Sundak dan mampir di salah satu restorannya. Mengambil tempat duduk di lantai dua, kami menikmati indahnya pemandangan Pantai Sundak. Tak kalah menariknya. Semua pantai memang memiliki khas dan ‘chemistry’nya masing2. Tapi tetap, pantai di seputar Gunungkidul yang menawan hati versi saia ialah Pantai Siung. Keindahan pantai, aneka flora fauna biota lautnya, keindahan bintang bertaburan di malam hari, terpesona akan terbitnya fajar dan memori kenangannya, semua memiliki kesan mendalam bagi saia. Hehehe.. (^.^)v
Gazebo Pantai Indrayanti.. Hayooww,,mana Ayah..?? :D
Daffa yg K.O saat perjalanan menuju Pantai yg Berliku..
Huehuheuheuee.. Bundanya jg Pengen Nampang.. ^^
Duo Lelakiku,, *Daffa lg asik liatin Deburan ombak.. hihihii..

Senin, 05 Juli 2010

The Journey to Baron Beach: Squad Pelayanan

Pengen biar nyambung??



Baca dulu: Squad Pelayanan Goes To Sundak Beach!?!

Setelah puas bermain air dan menikmati pemandangan di Pantai Sundak, kami bergegas pulang. Ketika sampai di tempat parkir, disanalah cerita -dengan seorang aktor: ALfandi Fatchurohman- bermula. Hehee…

Tak disangka, ban motor matic yang dikendarai Fandi bocor. Lantaran kena paku. Padahal, piknik kami masih berlanjut ke Pantai Baron. Akhirnya diputuskan, anak-anak ke Pantai Baron, sedangkan Kus, Yustiar, aNa dan aNNas menemani Fandi ndorong motor. Hehee.. biar lebih semangat ndorongnya, karena diajak ngobrol. ;p Biar ga kesasar jalannya, karena kami jadi guide-nya. ^-^ Biar ga kerasa capeknya, karena dibikin senyum terus, meski senyum kecut [baca: diejekin Kus terus.. ;p]

Setelah 500 meter-an menempuh jalan yang berliku plus jalanan yang naik turun, akhirnya ada tanda-tanda tambal ban. ^^, Anak-anak lainnya pun menunggu Fandi dan memberikan sorakan semangat dari tempat tambal ban, layaknya Fandi seorang pengemudi F1 yang akan mencapai finish [baca: tambal ban]. Hehee..

Setelah motor Fandi beres,,kamipun melaju ke Pantai Baron ;D Yihhhaaa…… Ternyata temen2 sudah menunggu di warung makan. Pas banget! Kami datang, perut lapar, makanan sudah dipesan. ^o^ Tak berapa lama, cumi tepung, cumi asam pedas, ikan bakar, dan rajungan saus tiram, memanjakan perut kami. Kantong kami pun dimanjakan, karena ditraktir sama Mas Agus. Hehee.. =) Tengkyu mas..


Berenang di Pantai Baron jadi kewajiban ketika sampai disana. Sayang, setelah shalat Ashar saya dan aNNas kehilangan jejak teman-teman lain >_< alhasil, menunggulah kami di masjid sampe lumutan T.T Mendekati Maghrib, mereka baru nongol, dengan pakaian basah semua. Dan bercerita tentang permainan The Most Important [or impoten sih sebenernya??] Man, yang dimenangkan sama Theo. Entahlah. Saya juga ga ngerti. Hehee..
Pulangnya, jalanan sudah gelap. Anak-anak naik motor seperti pembalap. Jadi kalap. Saya dan aNNas? Tersisih paling akhir, naik motor merayap. Mata kami tak awas ketika gelap pekat. Biarlah mereka melesat cepat. Kami tak dapat mengikuti kecepatan mereka yang seperti pesawat. Kami hanya bisa berfikir, jangan sampai tersesat. ^^,
Alhamdulillah,,sampai di Jogja, pukul 8 malam. Masih harus mampir ke daerah pertokoan. Berburu kado pernikahan. Untuk sahabat. Semoga pernikahan terus erat. Sampai akhirat. [Amin,,semoga aNa dan aNNas juga seperti itu,,amin.. hehee.. ^-^] Pukul 9:30 malam, sampailah di rumah tercinta. Tapi,,petualangan kami belum berakhir. Malam masih panjang. Kita nikmati di ranjang…. [Hahaaa…mabok!?!?!]


Baca juga:
Rahasia Skenario-Mu,,Menjadi anugerah bagiku..
DAMN!?! Saya Divonis Terkena Herpes.. >.<
Kado Ibu Sri Mulyani,,Untuk Negeri Tercinta..
Gunung Gede Pangrango: Memikat hati Para Wisatawan dan Pendaki

Rabu, 30 Juni 2010

Squad Pelayanan Goes to Sundak Beach!?!

Seperti yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, bahwa, squad pelayanan KPP Wonosari bakal maen, refreshing atau berwisata setelah selesai mengurusi dropbox SPT Tahunan. Akhirnya saat itu datang juga. Hehee.. hampir 20ribu SPT dilahap habis, saatnya adventuring. Tempat wisata yang hendak kita tuju, yaitu Pantai Sundak yang ada di wilayah Gunungkidul, DIY.



5 Juni 2010. Berangkat dari kantor sekitar jam sepuluh pagi. Kami berdua belas,, touring naik motor menuju bukit Gunungkidul. Hehee... Sempat juga aNa terpisah, karena mereka pada ngebut >.< susah terkejar. Akhirnya, setelah perjalanan berliku, naik turun, sampailah di Sundak. Kedua kalinya saya main ke pantai ini. Masih seindah dua tahun yang lalu. =)


Pantai dengan pasir putihnya dan air laut yang jernih. Anak-anak langsung menceburkan diri ke laut. Saya dan aNNas, berjalan menyusur pantai. Sesekali, berjalan masuk ke air yang cukup dangkal, menjumpai batu-batu karang kecil berjajar dan menjadi persembunyian biota-biota laut yang mungil. Saya suka mengamati hewan-hewan kecil tersebut. Yang lari menjauh ketika saya dekati. Ada pula ikan Nemo disana n_n


Di kanan kiri pantai, tampak bukit batu karang dan batu kapur dengan tinggi sekitar 12 meter. Di dalam salah satu bukit batu karang tersebut terdapat gua, yang di dalamnya ada sumur air tawar yang menjadi sumber mata air. Nah, ini niy, yang jadi salah satu sejarah bisu asal muasal nama Pantai ‘Sundak’, yang merupakan singkatan dari Asu (anjing) dan Landak.


Gini niy, ceritanya.. Suatu hari, sekitar tahun 1976, di pantai ini [tepatnya di cerukan gua, yang kala itu air laut masih belum menjorok ke arah daratan seperti sekarang ini] terjadi pertarungan antara seekor anjing dan landak. Pertarungan terjadi karena seekor anjing yang kelaparan, cuma ketemu seekor landak. Si landak kemudian dikejar dan akhirnya menjadi mangsa anjing kelaparan tadi.


Nah, si empunya anjing, tak berapa lama bertemu dengan anjingnya, yang basah kuyup dari dalam gua. Analisisnya, di gua tersebut mungkin ada mata air, yang membuat anjing tersebut basah kuyup ketika ‘berkelahi’ dengan landak. Setelah diselidiki sama warganya juga, analisis tersebut ternyata benar. Sekarang, air dalam gua tersebut digunakan untuk pengairan warga. Disana bakal kita lihat, saluran-saluran pipa dari gua, yang terhubung ke perumahan-perumahan warga. Nah, karena anugerah tersebut, maka sejak saat itu nama Pantai Wedibedah diganti menjadi Pantai Sundak.

Baca juga:
Telaga Menjer: Wisata Danau Indah yang Tersembunyi
Gunung Gede-Pangrango-Memikat Para Wisatawan dan Pendaki
Jogja Jamming : Saatnya Seni Bicara!!
Squad Pelayanan Goes to Sundak Beach!?!
Rahasia SkenarioMu, Menjadi Anugerah Bagiku..

.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...